Inspiratif! Cerita Bhabinkamtibmas di Lombok Timur yang bangun rumah untuk ODGJ, lansia, dan bayi terlantar 

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Timur— Di tengah rutinitasnya sebagai pengayom masyarakat, Bripka Agus Salim, Bhabinkamtibmas Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, menyalakan semangat kemanusiaan yang langka. Ia menggagas berdirinya sebuah yayasan sosial yang akan menjadi rumah penampungan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), lansia terlantar, dan bayi temuan di wilayah Lombok Timur.

Gagasan ini lahir dari keprihatinannya atas kondisi sosial di lapangan. Selama ini, kata Bripka Agus, masyarakat yang menemukan ODGJ atau bayi tanpa orang tua harus membawa mereka jauh ke Kota Mataram karena belum ada lembaga lokal yang menangani kasus-kasus serupa.

“Setiap kali ada temuan ODGJ atau bayi terlantar, kami harus antar ke Mataram. Padahal, di Lombok Timur juga bisa kita adakan wadah seperti itu,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Menurut Agus, niat itu muncul bukan karena jabatan, melainkan dorongan hati. Ia melihat banyak kasus kemanusiaan yang selama ini luput dari perhatian, dan masyarakat sering kali bingung harus mengadu ke mana.

“Dengan adanya yayasan ini, harapannya masyarakat tidak hanya merasa aman, tapi juga tahu bahwa setiap manusia, termasuk ODGJ, lansia, dan bayi terlantar, punya hak untuk dirawat secara manusiawi,” jelasnya.

Yayasan yang kini sedang digagas itu diharapkan menjadi rumah singgah sementara sekaligus pusat pendampingan sosial. Ia membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, lembaga sosial, maupun komunitas relawan.

Bripka Agus menegaskan, inisiatif ini bukan proyek besar, tapi langkah kecil yang diharapkan menular. Ia percaya, jika niat baik ini didukung pemerintah daerah melalui penyediaan lahan atau gedung, Lombok Timur bisa menjadi kabupaten pertama di Pulau Lombok yang memiliki pusat penanganan terpadu untuk ODGJ, lansia, dan bayi terlantar.

“Kami para relawan hanya punya niat dan semangat membantu. Kami berharap pemerintah bisa memberi wadah agar kegiatan kemanusiaan ini bisa berjalan lebih terarah,” tambahnya.

Langkah Bripka Agus Salim menjadi bukti nyata bahwa kepedulian bisa dimulai dari siapa pun, di mana pun, dan dengan cara sesederhana apa pun. Dari Bagik Papan, Lombok Timur, sebuah harapan baru untuk kemanusiaan sedang tumbuh.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *