Khaerunnisya: Anak yatim Keturunan Sasak yang harumkan nama Indonesia di panggung dunia

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Jakarta— Semangat juang tak mengenal batas. Itulah gambaran perjuangan Khaerunnisya, seorang remaja tangguh keturunan Sasak Lombok yang berhasil mengukir prestasi membanggakan di ajang 3rd International Indonesian Pencak Silat Championship 2025 di Medan, Sumatera Utara.

Gadis yang akrab disapa Ica ini kini duduk di kelas 1 SMA pada DIKLAT POPP (Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar) DKI Jakarta. Lahir di Jakarta pada 17 November 2009, Ica tampil luar biasa dalam kejuaraan silat berskala internasional yang diikuti oleh 80 negara, 34 provinsi, 100 perguruan, dan 5.000 peserta.

Tak hanya menyabet Juara Umum 1 untuk Kategori Remaja, Ica juga dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri Remaja Kelas B. Ia pun membawa pulang hadiah sebesar Rp20 juta sebagai apresiasi atas prestasinya yang gemilang.

Di balik kesuksesan itu, Ica menyimpan kisah hidup yang penuh perjuangan. Ia adalah anak dari pasangan almarhum Abdul Aziz, asal Gelogor, Kediri, dan Emy Sulastri, asal Telage Waru, Labuapi, Lombok Barat. Sang ayah meninggal dunia saat Ica masih duduk di bangku kelas 4 SD. 

Sejak itu, ibunya yang bekerja sebagai koki di sebuah rumah makan di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menjadi satu-satunya tumpuan hidup keluarga.

Meski hidup dalam keterbatasan, semangat Ica untuk berprestasi tak pernah padam. Ia menjadikan kondisi tersebut sebagai dorongan untuk terus bangkit dan membanggakan ibunda tercinta.

“Semua ini untuk ibu saya. Beliau sudah berjuang keras membesarkan saya. Saya ingin membalasnya dengan prestasi,” ujar Ica dengan penuh haru saat ditemui di Wisma PHI Jakarta, usai memberi semangat kepada tim penari kolosal asal NTB yang akan tampil di Istana Merdeka pada upacara Hari Kemerdekaan RI.

Tak hanya sang ibu, Ica juga mendapat dukungan moral dari kakaknya, Muhammad Alwi, yang saat ini menempuh pendidikan di UIN Mataram. Meski terpisah jarak, doa dan semangat dari sang kakak selalu menyertai langkah Ica.

Perjalanan Ica di dunia pencak silat juga tak lepas dari peran Amaq Fahmi, Divisi Humas Laskar Sasak DPD Jabodetabek, yang selama ini mendampingi dan memberi semangat.

“Ica ini anak yang luar biasa. Meski hidup dalam keterbatasan sebagai anak yatim, ia punya semangat juang yang tinggi. Kami dari Laskar Sasak DPD Jabodetabek akan terus mendukungnya agar terus mengukir prestasi,” ungkap Amaq Fahmi.

Sebelum meraih gelar internasional, Ica telah mengoleksi berbagai prestasi nasional, di antaranya Piala Menpora 2023, Piala KONI 2023 dan 2024, Piala Panglima 2024, serta Piala Kasad 2024.

Kisah Ica menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Ia bukan hanya membanggakan sekolah dan keluarga, tapi juga menginspirasi banyak anak muda Indonesia bahwa dengan tekad, doa, dan kerja keras, segala sesuatu bisa dicapai.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *