Lombok Utara genap 17 tahun, Fraksi Golkar DPRD KLU soroti capaian dan tantangan besar ke depan

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara– Kabupaten Lombok Utara (KLU) memasuki usia ke-17 tahun. Di momen penting ini, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD KLU, Raden Nyakradi, S.Pd, menyoroti berbagai capaian pembangunan sekaligus menggarisbawahi sejumlah tantangan strategis yang harus dituntaskan bersama.

Raden Nyakradi menilai usia 17 tahun merupakan fase remaja yang menunjukkan kematangan awal bagi sebuah daerah otonom. Ia mengapresiasi pencapaian yang sudah diraih KLU sejak mekar dari Lombok Barat, terutama dalam hal pengurangan angka kemiskinan.

“Dulu saat kita baru mekar, angka kemiskinan di KLU mencapai 43 persen. Sekarang sudah turun menjadi 23 persen. Ini capaian penting, tapi tentu belum cukup,” ujarnya.

Ia menyebutkan, bahwa salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi saat ini adalah kemiskinan ekstrem. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 1.040 kepala keluarga yang masih hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sembako atau program sanitasi. Harus ada langkah pendampingan serius, berkelanjutan, dan terukur. Minimal dalam tiga tahun ke depan, 500 KK bisa kita bantu keluar dari kategori miskin ekstrem melalui pendidikan, kesehatan, pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha,” tegasnya.

Selain persoalan sosial, Nyakradi juga menyoroti persoalan ekonomi daerah. Ia menyebut bahwa meski APBD KLU telah mencapai lebih dari Rp1 triliun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih berada di angka Rp250 miliar. Padahal, dari kajian yang ada, potensi PAD KLU sebenarnya bisa mencapai Rp700 miliar.

“Artinya ada potensi besar yang belum tergali secara maksimal, terutama di sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi lokal lainnya. Kita butuh terobosan dan lompatan-lompatan besar untuk meningkatkan PAD,” ujarnya.

Lebih jauh, Nyakradi juga menyinggung pentingnya pengembangan kawasan strategis seperti Pemenang, Tanjung, Kayangan, hingga Bayan yang memiliki daya tarik wisata dan potensi ekonomi, seperti kawasan Senaru dan Geopark Rinjani.

Sorotan lain yang turut disampaikan adalah kondisi infrastruktur, terutama jalan dan jembatan. Menurutnya, banyak jalan kabupaten yang rusak dan belum mendapat perhatian serius, terutama di wilayah Kayangan dan Bayan. Beberapa titik yang disebut di antaranya jalan di Sujadana, Mumbulsari, Akar-akar, dan Teres Genit.

“Kalau bicara kesehatan dan pendidikan, kita punya RSUD, puskesmas, dan tenaga kesehatan. Tapi infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan juga sangat penting untuk menunjang akses layanan publik dan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menegaskan, pentingnya penguatan sumber daya manusia dan birokrasi. Ia mendorong agar sistem merit benar-benar diterapkan dalam tubuh pemerintahan daerah untuk memastikan pelayanan publik yang profesional dan tepat sasaran.

“Persiapan ke depan harus menyentuh aspek kualitas SDM dan reformasi birokrasi yang berbasis kompetensi. Jika ini dilakukan dengan serius, saya yakin Lombok Utara bisa menjadi daerah yang maju dan mandiri,” pungkasnya.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *