Sanggar Anak Gunung Lombok Utara jadi satu-satunya wakil NTB dalam Program Penguatan Komunitas Sastra Nasional 2025

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Komunitas literasi Sanggar Anak Gunung (SAG), Kabupaten Lombok Utara (KLU), yang terletak di Dusun Lokok Gitak, Gondang, berhasil terpilih sebagai satu-satunya penerima hibah Program Penguatan Komunitas Sastra dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2025 melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pembinaan, dan Pemanfaatan Kebudayaan.

Komunitas yang lahir di Desa Selelos ini,  digagas oleh penulis sastra De Galih Mulyadi sejak 2017. Meski tidak terlalu populer, namun SAG berhasil menjadi salah satu dari 120 komunitas sastra di Indonesia yang terpilih dalam program ini. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi geliat sastra dan budaya di NTB, khususnya Lombok Utara.

“Kenapa kami dipilih? Mungkin karena kami masih dalam tahap berkembang, dan mungkin karena juga berada di daerah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal)” ujar De Galih Mulyadi sambil terkekeh saat membuka acara Mimbar Buku SAG yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan dari program penguatan sastra nasional, di Bale Jukung (28/8/2025).

Disebutkannya, meski tidak banyak dikenal publik, SAG tetap konsisten menjalankan berbagai kegiatan literasi dan seni, mulai dari pertunjukan teater, diskusi buku, pentas keliling, hingga program “Batur” (Baca Tutur) yang menyasar anak-anak di pedesaan.

“Ya kami mencoba untuk terus bergerak meski dalam keterbatasan,” sebut penulis Bilai (2024) itu.

Lebih jauh dijelaskannya, saat ini, SAG tengah menggelar rangkaian kegiatan Mimbar Buku selama tiga hari sebagai bagian dari program penguatan komunitas sastra Kemendikbud RI. Acara akan dimulai dengan diskusi dan bedah buku “Tuhan Padi” karya Kiki Sulistyo yang dibedah oleh penulis Lamuh Syamsuar dan dimoderatori oleh Yusran Hadi. Kemudian, akan dilanjutkan dengan workshop penulisan “Aku dan Kampungku” yang akan dimentori oleh tiga penulis kenamaan NTB, ada mas Kiki Sulistyo, Lamuh Syamsuar, dan Arianto Adi Purwanto.

“Dan nanti, pada hari ketiga yakni hari Sabtu, akan ada pembahasan buku Iblis Tanah Suci karya Arianto Adi Purwanto yang akan dibedah oleh Eko Wahono dan dimoderatori oleh Saskia Septina D,” bebernya.

Pembina Teater Bintang itu juga menyebutkan, gebrakan SAG tak berhenti di sini. Disebutkan, SAG juga tengah mempersiapkan Festival Sastra yang akan digelar pada Oktober mendatang yang akan didukung oleh Badan Bahasa Nasional Republik Indonesia. 

“Kami berharap teman-teman semua yang hadir di sini bisa ikut terlibat dan apa yang kita harapkan bisa terealisasi dengan sukses dan sastra di Lombok Utara semakin maju,” ujarnya disertai dengan tepuk tangan para peserta yang meriah. (*)

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *