Bukan main, invasi alga makin parah di Gili Trawangan—tim konservasi giatkan aksi bersih

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang wilayah kerja Gili Matra bergerak cepat menangani meluasnya alga Halimeda yang dinilai mengganggu pertumbuhan terumbu karang di zona inti kawasan konservasi Gili Trawangan. 

Aksi pembersihan dilakukan Rabu, 10 Desember 2025, dan berlanjut hingga 11 Desember 2025.

Kegiatan pengendalian alga ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari NGO lingkungan, pelaku jasa diving, mahasiswa Universitas Mataram (Unram), hingga wisatawan yang sedang berada di pulau. Partisipasi lintas sektor ini menandai meningkatnya kesadaran publik terhadap ancaman ekosistem laut Gili Matra.

Invasi alga Halimeda tercatat mengalami peningkatan signifikan sejak 2023 hingga 2025. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius BKKPN Kupang karena berpotensi menutupi permukaan karang, menghambat regenerasi, dan pada akhirnya mengganggu stabilitas ekosistem di perairan Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan.

Staf BKKPN Kupang, Hotmariyah, menjelaskan bahwa Halimeda memiliki laju pertumbuhan yang jauh lebih cepat dibandingkan karang. Jika tidak dikendalikan, alga ini mampu mendominasi area karang dan dalam jangka panjang menghambat keberlanjutan terumbu.

“Peningkatan penutupan alga Halimeda di zona inti menjadi ancaman nyata. Dalam jangka panjang, alga dapat mendominasi area karang dan mengganggu stabilitas ekosistem,” ujar Hotmariyah.

Ia menegaskan, bahwa zona inti merupakan indikator penting keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi. Karena itu, mitigasi harus dilakukan segera untuk mencegah dominasi alga serta menekan dampak ekologis yang lebih luas.

Meski tutupan karang keras hidup di Gili Matra masih tergolong baik, yakni mencapai 40,71 persen, hasil monitoring tahun 2025 mengindikasikan adanya tekanan ekosistem. 

Penurunan tutupan lamun dan berkurangnya sejumlah populasi ikan karang menjadi sinyal penting bahwa intervensi perlu dilakukan secara konsisten.

Hotmariyah menambahkan, bahwa pengendalian Halimeda adalah bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem laut Gili Matra agar tetap lestari dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. 

Langkah cepat dan kolaboratif ini diharapkan dapat memulihkan dinamika ekologi kawasan, sekaligus menjaga reputasi Gili Matra sebagai destinasi wisata bahari yang sehat dan berkelanjutan.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *