Lombokvibes.com, Lombok Utara— Gerakan konservasi laut di Lombok Utara memasuki babak baru. Tim Penggerak PKK Kabupaten Lombok Utara melalui Pokja 3 resmi meluncurkan program penanaman terumbu karang di Pantai Impos, Desa Medana. Inisiatif ini tak hanya menyasar kelestarian ekosistem, tetapi juga diarahkan sebagai strategi penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Mengusung tema “Karang untuk Kehidupan, Konservasi untuk Masa Depan,” kegiatan ini menjadi aksi kolaboratif antara PKK Lombok Utara, Lembaga Musyawarah Nelayan, dan Universitas 45 Mataram. Hadirnya akademisi dan nelayan dalam satu gerakan menggambarkan sinergi yang semakin matang dalam upaya memulihkan kesehatan laut di kawasan utara Lombok.
Asisten II Setda Lombok Utara, Gatot Sugih Hartono, yang mewakili Bupati membuka acara secara resmi. Ia menegaskan bahwa gerakan konservasi ini sejalan dengan tiga fokus besar pembangunan daerah: penanggulangan kemiskinan, hilirisasi hasil pertanian dan perikanan, serta penguatan pariwisata inklusif.
“Upaya menjaga laut bukan hanya soal lingkungan. Ini berkaitan langsung dengan pendapatan nelayan, kualitas pariwisata, dan keberlanjutan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Utara, Hj. Rohani, S.Pd, yang menjadi motor penggerak program ini, menekankan bahwa penanaman terumbu karang adalah langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Masih banyak yang perlu kita lakukan. Jumlah terumbu karang harus diperbanyak, dan gerakan ini harus berkelanjutan. Kami ingin program ini benar-benar menopang ekonomi daerah, bukan hanya seremonial,” tegasnya.
Hj. Rohani juga memperkenalkan inovasi baru PKK yang sedang dirintis: PERI IMUT, singkatan dari Perempuan Pemerhati Konservasi Ekosistem Laut. Inovasi ini akan diajukan sebagai program resmi daerah untuk memperkuat peran perempuan dalam menjaga ekosistem laut.
Rangkaian kegiatan hari itu berlangsung penuh antusiasme. Setelah sesi sambutan, prosesi pengleman dan penyelaman terumbu karang dilakukan di perairan Pantai Impos. Ketua TP-PKK turun langsung menyelam bersama asosiasi penyelam dan relawan diving lainnya. Simbolisasi penanaman satu meja terumbu karang turut menambah daftar delapan meja yang sudah lebih dulu ditanam di lokasi yang sama.
Tak hanya soal aksi konservasi, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi dan pemberdayaan. Hadirnya berbagai unsur seperti Forkopimda, Bhayangkari, GOW, DWP, dan para nelayan menunjukkan bahwa isu kelestarian laut kini menjadi kerja bersama, bukan hanya tanggung jawab satu pihak.
Melalui gerakan ini, PKK Lombok Utara menegaskan komitmennya: konservasi bukan sekadar menjaga alam, tetapi membangun masa depan yang layak bagi generasi pesisir. Program penanaman terumbu karang ini diharapkan menjadi titik awal gerakan besar yang menghubungkan ekologi, ekonomi, dan kolaborasi masyarakat.

































