45 Rumah Adat Sade mulai dibangun kembali, Pemprov NTB targetkan tuntas Desember 2026

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com,  LOMBOK TENGAH – Rekonstruksi Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus berjalan setelah kebakaran pada 22 Agustus 2026. Sekitar 45 rumah adat mulai dibangun kembali secara bertahap dengan mengandalkan gotong royong masyarakat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menargetkan seluruh pekerjaan rekonstruksi yang direncanakan dapat diselesaikan pada akhir Desember 2026.

Target tersebut disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, H. Lalu Mohamad Faozal, saat meninjau perkembangan rekonstruksi di Dusun Adat Sade, Sabtu (17/10/2026).

Berdasarkan pembaruan lapangan per 15 Oktober 2026, pembangunan rumah warga masih berlangsung. Rekonstruksi juga mencakup fasilitas bersama, termasuk masjid dan museum.

Meski demikian, pekerjaan belum sepenuhnya rampung. Pemerintah masih perlu memetakan kebutuhan lanjutan berdasarkan kondisi bangunan dan keluarga terdampak.

Pembangunan kembali kawasan adat tersebut secara resmi dimulai pada 3 September 2026 melalui tradisi Nyemulak, yang ditandai dengan pemasangan tiang pertama rumah adat dan Masjid Sade.

Prosesi tersebut dilaksanakan berdasarkan musyawarah warga setempat dan dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal serta Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.

Rekonstruksi dilakukan dengan tetap memperhatikan nilai adat, tata cara pembangunan, dan identitas budaya masyarakat Sade.

Pemerintah Pusat hingga BUMN Turut Membantu

Untuk mempercepat pemulihan, Pemprov NTB membentuk Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Dusun Adat Sade melalui Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-400 Tahun 2026 tertanggal 26 Agustus 2026.

Satgas tersebut bertugas mengoordinasikan kebutuhan pembangunan, penataan kawasan, pemulihan sosial dan ekonomi, pelestarian budaya, serta pengelolaan bantuan.

Dukungan juga datang dari pemerintah pusat. Kementerian Kebudayaan memberikan perhatian terhadap rekonstruksi rumah adat dan penataan kawasan, sedangkan Kementerian Pariwisata mendukung pemulihan ekonomi melalui bantuan peralatan usaha bagi pelaku UMKM, perajin tenun, dan pengrajin non-tenun.

Di tingkat daerah, Pemprov NTB bekerja sama dengan Pemkab Lombok Tengah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat.

ITDC turut mengoordinasikan dukungan BUMN serta ekosistem Mandalika. Sejumlah perusahaan, lembaga, komunitas, perguruan tinggi, dan donatur juga berkontribusi melalui bantuan pembangunan, peralatan rekonstruksi, bantuan sosial, hingga pemulihan kegiatan ekonomi warga.

Faozal menegaskan, pemulihan Dusun Adat Sade tidak cukup hanya dengan membangun kembali rumah-rumah yang terbakar.

“Pemulihan Sade bukan semata-mata membangun kembali bangunan yang terbakar. Kita ingin kehidupan masyarakat kembali pulih, aktivitas ekonomi bergerak, dan warisan budaya tetap terjaga. Karena itu, seluruh dukungan harus dikelola secara terpadu agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Faozal.

Infrastruktur dan Pencegahan Kebakaran Jadi Perhatian

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyoroti kebutuhan infrastruktur pendukung di kawasan adat tersebut.

Penyediaan air bersih, sanitasi, pengelolaan lingkungan, dan pencegahan kebakaran menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan selama proses rekonstruksi.

Pembangunan juga harus tetap menjaga karakter arsitektur rumah adat serta memperhatikan keselamatan penghuni.

Pemerintah menilai verifikasi kebutuhan dan perkembangan pekerjaan diperlukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

Faozal mengatakan, semangat gotong royong masyarakat menjadi modal penting untuk memulihkan kehidupan warga pascakebakaran.

“Semangat gotong royong yang tumbuh di Sade adalah modal besar untuk bangkit. Pemerintah bersama seluruh mitra akan terus memperkuat koordinasi dan mengawal kebutuhan rekonstruksi,” katanya.

Ia berharap seluruh pekerjaan yang direncanakan dapat dituntaskan pada akhir Desember 2026, sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman, aktivitas ekonomi pulih, dan identitas budaya Dusun Adat Sade tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!