Dugaan penelantaran pasien, Dewan desak oknum dokter anak RSUD KLU diganti

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU), Artadi, S.Sos., mendesak agar seorang dokter anak berinisial S di RSUD KLU diganti menyusul dugaan penelantaran pasien yang kembali mencuat.

Artadi mengaku menerima pengaduan dari seorang warga di Tanjung yang meminta identitasnya dirahasiakan. Warga tersebut mengeluhkan pelayanan dokter anak yang dinilai tidak memberikan penanganan terhadap anaknya yang mengalami demam tinggi disertai perut kembung.

Menurut penuturan pasien kepada Artadi, anak tersebut tidak mendapatkan visite dokter pada malam sebelumnya. Karena khawatir dengan kondisi anaknya, keluarga kemudian membawa pasien ke Mataram untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Menanggapi pengaduan tersebut, Artadi melontarkan kritik keras terhadap pelayanan dokter yang bersangkutan. Ia meminta pihak rumah sakit mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak kembali dialami pasien lain.

“Dokter S ini kalau lama-lama kerja di RSUD KLU, banyak yang jadi korban,” tegas Artadi, Selasa (20/10/2026).

Ia bahkan meminta agar dokter tersebut dipindahkan dari RSUD KLU sebelum muncul lebih banyak pengaduan serupa.

“Sebelum banyak orang korban, sebaiknya dokter S ini suruh pindah saja dari RSUD KLU,” ujarnya.

Artadi juga secara tegas meminta agar dokter yang bersangkutan diganti.

“Ganti dokter itu,” katanya.

Direktur RSUD KLU Belum Terima Laporan Resmi

Sementara itu, Direktur RSUD KLU, dr. Nova Budiharjo, menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan penelantaran pasien tersebut.

Saat dikonfirmasi, Nova mengatakan masih menunggu informasi dari bagian humas rumah sakit.

“Belum ada laporan ke saya, Mbak. Sebentar nunggu humas dulu. Soalnya lagi ada pelatihan Damkar teman-teman. Laporan resmi belum ada, Mbak,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak RSUD KLU mengenai kronologi kejadian maupun penjelasan dokter anak berinisial S yang disebut dalam pengaduan tersebut.

Dugaan penelantaran ini masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak rumah sakit dan tenaga medis yang bersangkutan untuk memastikan duduk perkara serta menilai pelayanan yang diberikan kepada pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!