TGB ambil alih pimpin Ponpes Abul Barokat, desak kasus dugaan pelecehan santriwati dituntaskan

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Tengah – Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menerima ikrar penyerahan Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat, Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah usai pimpinan sebelumnya yakni TGH M. Imanuddin Sumar mengundurkan diri lantaran dugaan kasus pelecehan seksual kepada belasan santriwati.

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, TGB mengaku menerima banyak masukan dari wali santri, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar terkait upaya pembenahan pondok pesantren ke depan.

“Alhamdulillah, banyak masukan dari para wali santri, pemerintah desa dan masyarakat sekitar pondok terkait dengan upaya pembenahan ke depan,” tulis TGB seperti yang dikutip lombokvibes (26/9/2026).

Mantan Gubernur NTB dua periode itu memohon doa dan dukungan dari seluruh pihak agar Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat yang selama ini dikenal memiliki berbagai prestasi dapat terus berkembang.

“Saya mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar pondok pesantren yang berprestasi ini dapat terus berkembang,” lanjutnya.

Dalam unggahan yang sama, TGB juga menyoroti dugaan kasus pelecehan seksual yang dialami santriwati di lingkungan pondok pesantren tersebut. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.

Menurut TGB, pelecehan seksual merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah yang diberikan kepada pengelola lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren.

“Saya mendorong penegak hukum untuk menuntaskan dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh santriwati. Pelecehan adalah satu penghianatan luar biasa terhadap amanah,” tegasnya.

TGB menekankan bahwa keadilan harus ditegakkan, korban harus mendapatkan perlindungan, dan siapa pun yang terbukti melakukan kejahatan harus menerima hukuman sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Keadilan harus ditegakkan. Para korban harus dilindungi. Yang terbukti melakukan kejahatan harus dihukum,” tulisnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan pondok pesantren.

“Tidak ada tempat untuk segala bentuk kekerasan di pondok pesantren,” tutup TGB.

Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut mendapat beragam tanggapan dari masyarakat yang berharap proses pembenahan pondok pesantren berjalan baik dan penanganan kasus yang tengah menjadi perhatian publik dapat dilakukan secara transparan sesuai hukum yang berlaku.

Writer: AdreeEditor: Dwi ayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!