Lombokvibes.com, Mataram – Peran widyaiswara dalam meningkatkan kualitas aparatur sipil negara (ASN) menjadi sorotan dalam Jambore Nasional Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (Jamnas APWI) ke-4 Tahun 2026 yang digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB, Aba Subagja, saat menghadiri Gala Dinner Jamnas APWI ke-4 di Mataram, Sabtu (19/9/2026).
Aba menyebut widyaiswara sebagai “guru bangsa” dalam konteks birokrasi dan reformasi birokrasi. Menurutnya, posisi tersebut penting karena widyaiswara memiliki peran dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi ASN secara berkelanjutan.
“Widyaiswara itu jabatan penting. Karena kompetensinya melekat pada individu,” ujarnya.
Ia mengatakan, kebutuhan pengembangan kompetensi ASN menjadi semakin besar seiring jumlah ASN yang mencapai sekitar 6,7 juta orang, termasuk ratusan ribu pejabat manajerial.
Karena itu, widyaiswara didorong tidak hanya menjalankan fungsi pembelajaran secara rutin, tetapi juga terus mengembangkan kepakaran, memperluas pengalaman, dan meningkatkan ruang kontribusinya dalam birokrasi.
Aba juga mendorong penguatan sistem karier widyaiswara agar tidak berjalan secara linier. Menurutnya, pengalaman di jabatan manajerial maupun pengalaman praktis lainnya dapat menjadi bagian dari pengayaan kompetensi widyaiswara.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menyambut para peserta Jamnas APWI ke-4 yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
NTB dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jamnas APWI tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum untuk memperkuat peran dan kontribusi widyaiswara dalam peningkatan kapasitas aparatur.
Indah menyampaikan apresiasi kepada jajaran APWI yang telah memilih NTB sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.
Menurutnya, menjadi tuan rumah Jamnas APWI merupakan kehormatan bagi NTB karena kegiatan ini mempertemukan para pengajar, widyaiswara, akademisi, dan praktisi yang memiliki peran dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur.
Ia berharap para peserta dapat menikmati suasana NTB selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Harapan kami selama berada di Nusa Tenggara Barat, khususnya di wilayah Kota Mataram, Bapak-Ibu merasa nyaman, mendapatkan kesan baik, dan akan selalu rindu untuk kembali ke Nusa Tenggara Barat,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Indah juga memperkenalkan sejumlah potensi NTB kepada para peserta, termasuk kawasan Mandalika yang akan kembali menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP pada 9–11 Oktober 2026.
“Besok Bapak-Ibu akan melihat secara langsung salah satu sirkuit yang memberi kebanggaan dan cukup dikenal di dunia,” katanya.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat APWI, Sugihardjo, mengatakan Jamnas APWI digelar setiap dua tahun. Setelah sebelumnya dilaksanakan secara daring pada 2020, kemudian di Batu, Malang, dan Jawa Barat pada 2024, tahun ini kegiatan tersebut berlangsung di Mataram, Lombok.
Sugihardjo mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap pelaksanaan Jamnas APWI ke-4.
“Terbukti hasilnya kita merasakan layanan dan sambutan yang luar biasa. Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan seluruh jajaran Provinsi NTB atas fasilitasi, sambutan, dan bantuan yang luar biasa,” ungkapnya.
Menurut Sugihardjo, Jamnas APWI juga menjadi momentum bagi para widyaiswara untuk bertukar inovasi dan kreativitas sekaligus memperkuat jejaring profesi.
Jamnas APWI ke-4 mengusung tema “Widyaiswara sebagai Penggerak Inovasi dan Kinerja ASN Unggul dalam Mewujudkan Birokrasi yang Adaptif dan Bersaing Global”.
Rangkaian kegiatan tersebut juga diisi pertemuan ilmiah nasional, perlombaan inovasi dan kreativitas, serta peringatan Hari Widyaiswara Nasional ke-26 yang dijadwalkan berlangsung Senin mendatang.




























