Pinjaman tanpa bunga KLU laris manis, Bank NTB Syariah bidik Rp2 miliar tahun depan

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara– Program pinjaman tanpa bunga yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Bank NTB Syariah Cabang Tanjung mendapat sambutan tinggi dari masyarakat.

Hingga 30 September 2026, realisasi penyaluran program tersebut telah mencapai 79,70 persen atau hampir Rp800 juta dari total anggaran Rp1 miliar yang disiapkan tahun ini.

Kepala Bank NTB Syariah Cabang Tanjung, Umarta, mengatakan dana yang telah tersalurkan tersebut diberikan kepada 55 kelompok dan enam penerima perorangan.

Jika dihitung berdasarkan jumlah penerima manfaat, program itu telah dinikmati sekitar 265 warga Lombok Utara.

“Untuk tahun ini kita dapat Rp1 miliar. Sampai posisi 30 September 2026 sudah tersalurkan sebesar 79,70 persen atau 80 persen. Artinya dari Rp1 miliar itu sudah tersalurkan hampir Rp800 juta,” kata Umarta.

Bank NTB menargetkan seluruh anggaran program pinjaman tanpa bunga tersebut dapat tersalurkan 100 persen pada November 2026.

“Kita agendakan, kita rencanakan nanti insyaallah di November sudah 100 persen tersalurkan semua,” ujarnya.

Program ini merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dengan Bank NTB Syariah untuk mendukung sektor produktif masyarakat. Sasaran pembiayaan meliputi sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan.

Masyarakat yang ingin memperoleh fasilitas subsidi bunga dari pemerintah daerah harus mengajukan pembiayaan melalui Bank NTB serta melampirkan rekomendasi dari dinas terkait, seperti Dinas Pertanian.

Menurut Umarta, rekomendasi tersebut menjadi syarat utama untuk membedakan pembiayaan yang mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah daerah dengan pembiayaan produktif reguler yang disalurkan perbankan.

“Pengajuannya ke sini, ke Bank NTB. Cuma persyaratan dari Pemda harus ada rekomendasi dari Pemda untuk membedakan mana yang subsidi bunga dan mana yang tidak,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat tetap dapat mengakses pembiayaan produktif reguler di Bank NTB meski tanpa rekomendasi pemerintah daerah. Namun, pembiayaan tersebut tidak memperoleh subsidi bunga.

Sementara untuk pelaku UMKM, program pembiayaan subsidi pemerintah daerah disalurkan melalui BPR NTB sehingga mekanisme pengajuan dan persyaratannya berbeda.

Melihat tingginya minat masyarakat, Bank NTB Syariah Cabang Tanjung berharap pemerintah daerah dapat menambah alokasi anggaran program pada tahun 2027.

“Untuk tahun 2027 kita akan minta lebih banyak. Kalau bisa Rp2 miliar, paling tidak Rp1,5 miliar,” katanya.

Umarta menilai masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya program pinjaman tanpa bunga tersebut. Karena itu, sosialisasi yang lebih luas dinilai penting agar manfaat program dapat dirasakan lebih banyak warga.

“Animo masyarakat cukup banyak. Saya yakin masyarakat masih banyak yang belum tahu ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!