Lombokvibes.com, Jakarta– Memesan penginapan melalui Airbnb kini tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan wisata. Setiap pemesanan juga akan ikut berkontribusi menyediakan tempat tinggal sementara bagi masyarakat yang terdampak bencana dan berbagai situasi krisis.
Kebijakan baru tersebut diumumkan Airbnb pada 29 Oktober 2026. Melalui model pendanaan baru, perusahaan penyedia layanan akomodasi itu menargetkan pengumpulan dana hingga USD 500 juta atau sekitar Rp9 triliun untuk Airbnb.org selama lima tahun ke depan.
Dana tersebut ditargetkan mampu mendukung penyediaan satu juta malam penginapan gratis setiap tahunnya bagi orang-orang yang membutuhkan tempat tinggal sementara akibat krisis.
Dalam skema ini, Airbnb akan menyumbangkan USD 0,10 atau sekitar Rp1.802 dari pendapatannya untuk setiap masa inap yang berlangsung melalui platform tersebut.
Menariknya, kontribusi tersebut tidak menambah biaya yang harus dibayar tamu maupun mengurangi pendapatan yang diterima tuan rumah. Pengguna juga tidak perlu mendaftar atau melakukan tindakan khusus untuk ikut berkontribusi.
Airbnb.org merupakan organisasi nirlaba independen yang menyediakan penginapan sementara secara gratis bagi masyarakat yang menghadapi situasi darurat. Bantuan ini mencakup korban bencana, keluarga yang harus bepergian untuk menjalani perawatan medis, hingga penyintas kekerasan dalam rumah tangga dan eksploitasi.
Sudah Salurkan Ribuan Malam Penginapan di Indonesia
Program Airbnb.org juga telah menjangkau Indonesia. Sejak 2020, organisasi tersebut tercatat menyediakan lebih dari 3.200 malam penginapan darurat gratis bagi masyarakat terdampak krisis.
Pada 2026, Airbnb.org bermitra dengan Caritas untuk menyediakan hunian darurat bagi para pengungsi bencana dan petugas tanggap darurat setelah gempa bumi di Flores.
Secara global, sepanjang 2026 Airbnb.org telah merespons lebih dari 200 bencana. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2023 yang hanya mencatat delapan bencana.
Hampir 60 persen proses check-in penerima bantuan Airbnb.org sepanjang 2026 bahkan berlangsung dalam waktu 24 jam setelah pemesanan. Hal ini menunjukkan pentingnya ketersediaan tempat tinggal yang dapat diakses dengan cepat ketika krisis terjadi.
Sejak didirikan sebagai organisasi nirlaba independen pada 2020, Airbnb.org telah memfasilitasi lebih dari 1,6 juta malam penginapan gratis bagi lebih dari 250.000 orang di seluruh dunia.
CEO sekaligus salah satu pendiri Airbnb, Brian Chesky, mengatakan inisiatif tersebut berawal dari tindakan seorang tuan rumah yang membuka rumahnya bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat Badai Sandy pada 2012.
“Kini, setiap kali seseorang memesan penginapan di Airbnb, ia turut membantu orang lain mendapatkan tempat menginap saat mereka membutuhkannya. Itulah Airbnb dalam wujud terbaiknya,” kata Chesky.
Melalui pendanaan baru ini, Airbnb.org juga berencana memperluas jangkauan bantuan, termasuk bagi keluarga yang bepergian untuk perawatan medis di lebih dari 20 negara serta penyintas kekerasan dalam rumah tangga dan eksploitasi.
Airbnb menegaskan seluruh biaya operasional Airbnb.org akan ditanggung perusahaan. Dengan demikian, 100 persen donasi publik dapat digunakan langsung untuk menyediakan penginapan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, tuan rumah tetap menerima bayaran dari masa inap penerima bantuan, sedangkan tamu yang memperoleh dukungan Airbnb.org tidak dikenakan biaya penginapan.





























