Lombokvibes.com, Lombok Utara– Setelah tiga tahun mengabdi sebagai Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta mendapat penugasan baru sebagai Kepala Bagian Pengendalian Personel (Kabag Dalpers) Biro Sumber Daya Manusia (Ro SDM) Polda Jambi.-
Penugasan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP./2026 tertanggal 10 Oktober 2026.
Menjelang mengakhiri tugasnya di Kabupaten Lombok Utara, AKBP Agus dan sang istri, Ketua Bhayangkari KLu Ny.Heny Purwanta menyampaikan sejumlah pesan kepada anggota kepolisian dan masyarakat. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun selama kepemimpinannya dapat terus dirawat, sementara berbagai program yang melibatkan masyarakat tetap berlanjut.
Bagi AKBP Agus, Lombok Utara memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan pengabdiannya. Kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, hubungan harmonis antarumat beragama, hingga kesempatan bertemu langsung dengan masyarakat di seluruh desa menjadi pengalaman yang berkesan selama bertugas.
“Bagi saya, tugas saya di Lombok Utara menjadi bagian sangat penting dalam perjalanan pengabdian saya. Semuanya sangat berarti, dan kerja sama dengan seluruh stakeholder sangat solid dan kompak,” ujarnya, kepada Lombokvibes, Selasa (13/10/2026).
Ia mengaku berbagai tantangan selama bertugas dapat dihadapi bersama. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas kepolisian di wilayah yang memiliki karakteristik sosial dan pariwisata beragam tersebut.
Bersepeda Keliling Desa, Temui Warga hingga 80 Kilometer

Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Agus adalah kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan bersepeda.
Ia mengungkapkan telah menyambangi seluruh desa di Kabupaten Lombok Utara dengan bersepeda. Perjalanan itu tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga kesempatan untuk bertatap muka, mendengarkan keluhan warga, dan membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Masyarakat Lombok Utara Insya Allah tahu saya, semua pernah saya datangi, seluruh desa di Lombok Utara 100 persen sudah saya sambangi naik sepeda,” tuturnya.
Agus mengatakan perjalanan bersepeda sejauh 30 hingga 80 kilometer terasa menyenangkan karena memberinya kesempatan untuk bertemu dan berbincang langsung dengan warga.
Dalam sejumlah kesempatan, ia duduk bersama masyarakat di bawah pohon sambil menikmati jagung rebus dan kopi hitam, dua sajian yang disukainya.
Ia juga mengenang momen ketika bisa bercanda dengan warga maupun rombongan siswa yang kebetulan ditemui selama perjalanan.
Bagi Agus, pertemuan-pertemuan sederhana tersebut menjadi kesempatan untuk mendengar langsung cerita masyarakat, mulai dari menyampaikan keluhan hingga sekadar berbincang santai.
Titip Fasilitas Polres dan Program untuk Masyarakat

Sebelum meninggalkan Lombok Utara, Agus secara khusus menitipkan sejumlah fasilitas dan program yang telah berjalan selama masa kepemimpinannya agar terus dirawat dan dilanjutkan.
Ia menyebut prasarana Polres Lombok Utara yang dibangun pada masa kepemimpinannya perlu dijaga, termasuk sarana olahraga dan videotron.
Menurutnya, videotron tersebut masih menjadi satu-satunya fasilitas sejenis yang dimiliki Polres di NTB.
Agus juga menitipkan sarana tempat ibadah untuk lima agama yang tersedia di lingkungan Polres Lombok Utara agar tetap dirawat dan dimanfaatkan dengan baik.
Selain fasilitas fisik, ia berharap kebiasaan positif yang tumbuh selama masa kepemimpinannya juga dapat dipertahankan. Di antaranya, perawatan tanaman yang rajin berbuah dengan memanfaatkan eco enzyme serta kebiasaan puasa Senin dan Kamis bagi anggota Muslim.
Tidak hanya di lingkungan kepolisian, Agus turut berharap sejumlah program yang melibatkan masyarakat dapat terus berlanjut.
Program tersebut meliputi pelaksanaan car free day perdana di Lombok Utara, turnamen Volley Kapolres Cup, serta KLU Got Talent yang memperebutkan Piala Ketua Bhayangkari.
Ia berharap kegiatan-kegiatan itu dapat menjadi ruang kompetisi yang menyenangkan dan suportif bagi masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan bagi warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif.
Agus ingin program-program tersebut tidak berhenti seiring pergantian kepemimpinan, tetapi dapat terus diselenggarakan dan menjadi agenda yang dinantikan masyarakat.
Kerukunan Antarumat Beragama Jadi Kenangan Berharga

Selama menjabat Kapolres Lombok Utara, Agus juga menaruh perhatian pada hubungan dengan tokoh agama dan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Ia menyebut komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh agama Islam, Hindu, Buddha, dan Nasrani dapat terjalin dengan baik.
Menurutnya, keberagaman masyarakat Lombok Utara menjadi salah satu hal yang membanggakan selama menjalankan tugas, terlebih dengan keberadaan komunitas Hindu dan Buddha yang cukup besar di daerah tersebut.
“Saya merasakan semuanya bisa diatasi dengan baik. Ya, tentunya dinamikanya berbeda, satu kasus dengan kasus yang lain, tapi utamanya semuanya dapat teratasi,” katanya.
Ia menilai hubungan yang harmonis dengan para tokoh agama dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika keamanan dan ketertiban di Lombok Utara.
Kerja sama tersebut juga menjadi modal penting bagi kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Tiga Gili dan Tantangan Pengamanan Kawasan Wisata
Karakteristik Lombok Utara sebagai daerah pariwisata turut memberikan pengalaman tersendiri bagi Agus, khususnya dalam menjaga keamanan kawasan Tiga Gili, yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.
Kawasan tersebut merupakan salah satu ikon pariwisata NTB yang dikenal hingga tingkat nasional dan internasional. Aktivitas wisatawan domestik maupun mancanegara membuat penanganan persoalan keamanan membutuhkan pendekatan profesional sesuai ketentuan hukum.
Agus mengatakan sejumlah penanganan kasus yang melibatkan warga negara asing selama dirinya bertugas dapat diselesaikan melalui prosedur yang berlaku.
“Tiga Gili sebagai ikon NTB bahkan Indonesia memiliki kesan tersendiri bagi saya. Kendali keamanan dan penuntasan berbagai kasus yang juga melibatkan WNA dapat kita selesaikan sesuai SOP dan prosedur hukum, sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap upaya menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan wisata tersebut dapat terus dipertahankan sehingga masyarakat dan wisatawan memperoleh rasa aman selama berada di Lombok Utara.
Mengemban Amanah Baru di Polda Jambi
Setelah bertugas di Lombok Utara, Agus akan menjalankan tanggung jawab baru sebagai Kabag Dalpers Ro SDM Polda Jambi.
Ia memandang penugasan tersebut sebagai amanah dari Allah SWT dan pimpinan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurut Agus, pengendalian personel memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Polri yang profesional dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat yang terus berkembang.
“Di era digital, tantangan Polri semakin kompleks, dan pengendalian personel memegang peranan sangat penting dalam penyiapan personel dalam pelayanan masyarakat yang dinamis,” jelasnya.
Dalam lingkup tugas barunya, ia akan berfokus pada proses rekrutmen anggota Polri melalui jalur Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama, termasuk rekrutmen PNS Polri.
Selain itu, Agus ingin pengembangan pendidikan bagi anggota Polri terus ditingkatkan untuk mendukung profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Bismillah, mohon doanya dari seluruh masyarakat, untuk kami lebih baik,” katanya.
Pesan untuk Anggota Polres dan Kapolres Penerus
Menjelang pergantian tugas, Agus berpesan kepada seluruh anggota Polres Lombok Utara agar tetap bekerja dengan baik, menjaga integritas, dan tidak melupakan ibadah di mana pun ditempatkan.
Ia mengingatkan bahwa penghargaan atas pekerjaan bukan satu-satunya tujuan dalam menjalankan pengabdian.
“Bekerjalah dengan baik, biarkan Allah SWT dan pimpinan yang memberikan reward-nya, jangan tinggalkan ibadah di mana pun kita bertugas, dan jangan lupa bahagia dan salam olahraga,” pesannya.
Kepada Kapolres Lombok Utara yang akan melanjutkan kepemimpinan, Agus berharap daerah tersebut dapat berkembang menjadi lebih baik, dengan hubungan antara kepolisian dan masyarakat yang semakin kuat.
“Saya berharap dan titip Lombok Utara agar semakin lebih baik dan polisi semakin dicintai masyarakat Lombok Utara,” ujarnya.
Ia pun berharap hubungan silaturahmi dengan masyarakat Lombok Utara tetap terjaga meskipun kelak menjalankan tugas di wilayah berbeda.
“Semoga silaturahmi terus terjalin di mana pun kita berada,” tutupnya.





























