Lombokvibes.com, Mataram– Kisah perjuangan Baba Dimas Erlangga meraih beasiswa pendidikan menjadi inspirasi bagi puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip).
Pemuda asal Dusun Selebung, Desa Samaguna, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, itu menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Alumni Back To Campus (ABC) 2026 yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Undip di Auditorium Gedung A FISIP Undip, Jumat (25/9/2026).
Mengusung tema “The Scholarship Journey: Learning, Growing, and Achieving”, kegiatan tersebut menghadirkan alumni yang berhasil melanjutkan pendidikan pascasarjana melalui berbagai program beasiswa.
Dimas yang saat ini merupakan penerima Beasiswa LPDP Dalam Negeri di Universitas Indonesia (UI) tampil bersama Ayu Sabrina, penerima LPDP Luar Negeri, serta Sapen Sartika, penerima Beasiswa PMDSU.
Dalam kesempatan itu, Dimas menceritakan bahwa impiannya untuk melanjutkan pendidikan magister dengan beasiswa LPDP sudah tumbuh sejak masih duduk di bangku SMA.
Ia mengaku mulai mengenal dunia beasiswa sejak menerima Beasiswa Adik Asuh Surya Nara Foundation dan mengikuti program pembinaan dari alumni LPDP bagi siswa kelas 12 yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
“Suatu hari saya harus S2 dengan beasiswa LPDP,” kenang Dimas saat menceritakan mimpinya sejak remaja.
Menurutnya, pertemuan dengan para mentor alumni LPDP saat SMA menjadi pengalaman yang membekas dan memotivasi dirinya untuk terus berjuang meraih kesempatan serupa.
Berasal dari keluarga sederhana di wilayah Selebung, Lombok Utara, Dimas mengaku beasiswa menjadi salah satu jalan penting yang membantunya melanjutkan pendidikan.
Saat diterima di FISIP Undip melalui jalur undangan rapor, ia kembali mendapatkan sejumlah beasiswa, mulai dari Beasiswa Afirmasi Dikti 3T, Smart Scholarship YBM BRI, hingga Beasiswa Aktivis dari Ikatan Keluarga Alumni FISIP Undip.
Namun perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Dimas mengungkapkan bahwa ada sejumlah program beasiswa yang gagal ia raih.
Menurutnya, keberanian untuk mencoba menjadi modal utama bagi siapa pun yang ingin mendapatkan kesempatan.
“Sebab terkadang penolakan terbesar bukan datang dari orang lain, tetapi dari diri sendiri, ketika kita merasa tidak mampu bahkan sebelum mencoba,” ujarnya.
Selain prestasi akademik, Dimas menilai pengalaman organisasi dan kepemimpinan juga memiliki peran penting dalam mempersiapkan diri meraih beasiswa.
Selama kuliah, ia aktif berorganisasi dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) FISIP Undip.
Baginya, aktivitas organisasi bukan hanya melatih kemampuan komunikasi dan kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang untuk memberikan dampak kepada masyarakat.

Di hadapan lebih dari 50 peserta yang hadir, Dimas menegaskan bahwa keberhasilan yang terlihat saat ini tidak lepas dari berbagai kegagalan, rasa takut, dan penolakan yang pernah dialami.
Ia mengajak mahasiswa untuk tidak takut memiliki mimpi besar serta mulai mempersiapkan diri sejak dini.
“Sebagai mahasiswa yang mewarisi semangat Pangeran Diponegoro, jangan pernah perkecil mimpimu. Namun, daya juang dan semangatmu lah yang harus diperbesar,” tutupnya.




























