Nyalakan semangat literasi, Festival Sastra Sanggar Anak Gunung dapat apresiasi tinggi

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara — Festival Sastra Lombok Utara (Festalora) 2025 yang digagas oleh Sanggar Anak Gunung (SAG) resmi dibuka, di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan KLU, Kamis (23/20/225). Festival sastra pertama di Lombok Utara ini secara khusus menghadirkan diskusi sastra, workshop penulisan, dan lomba karya tulis bagi pelajar di Lombok Utara.

Ketua Panitia Festalora 2025, Saripudin Amd.AK, menyebutkan, Festalora ini telah dirancang sejak Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan program fasilitasi dan apresiasi bagi komunitas sastra 2025 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI.

“Rangkaian kegiatan di festival sastra Lombok Utara inj meliputi diskusi ‘Daya Besar Kota Kecil’, diskusi buku, workshop penulisan, serta lomba menulis Cerpen dan  puisi. Tujuannya agar dapat melahirkan penulis-penulis hebat seperti Arianto, Mas Kiki, De Galih Muluyadi, dan lain-lain,” ujar Saripudin.

Ia menambahkan, Sanggar Anak Gunung (SAG) sebagai penyelenggara Festival ini, merupakan komunitas yang berdiri sejak 2017 dan secara aktif menggelar kegiatan literasi. 

SAG, menjadi satu-satunya komunitas yang memperoleh program penguatan komunitas sastra dari Kemendikdasmen RI. Sebelumnya, SAG sudah menyelenggarakan Mimbar Buku. 

Saripudin menambahkan, kegiatan Festalora 2025 ini, menjadi bentuk apresiasi terhadap eksistensi karya sastra di Lombok Utara. 

“Terima kasih kepada ucapkan kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, yang telah memfasilitasi kami untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut setiap tahun dan semakin baik ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Utara, Drs. Rusdianto M.Si, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival dengan tema “Daya, Daya, Daya” yang digagas oleh SAG ini.

Menurutnya, tema tersebut menggambarkan semangat, potensi, dan kreativitas masyarakat Lombok Utara.

“Sebagai dinas yang memiliki tugas meningkatkan indeks pembangunan literasi masyarakat, kami menyambut baik kegiatan ini. Festalora menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca dan menulis di daerah,” katanya.

  • 9ca44b79-5d0e-44cb-bfaa-b25f6fd8b959
  • IMG_3488

Ia juga menekankan pentingnya peran komunitas dalam mendukung pengembangan literasi. “Kami bangga karena Sanggar Anak Gunung menjadi satu-satunya di NTB yang mendapat dukungan dari Badan Bahasa Nasional. Ini menunjukkan bahwa anak-anak muda kita punya semangat dan kreativitas yang tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Lombok Utara, Ir. Wahyu Darmawan M.Si, yang hadir mewakili Bupati sekaligus membuka kegiatan secara resmi, juga memberikan apresiasi terhadap panitia dan komunitas penyelenggara.

“Kami sangat menghargai inisiatif anak-anak muda yang menggerakkan kegiatan literasi. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong penguatan budaya baca di masyarakat,” kata Wahyu.

Ia menambahkan, tantangan dalam pengembangan literasi masih cukup besar, terutama pascagempa yang menyebabkan banyak fasilitas perpustakaan rusak. 

“Kondisi fiskal yang terbatas memang menjadi kendala, tetapi kami akan berupaya menghidupkan kembali perpustakaan-perpustakaan desa dan sekolah,” ujarnya.

Wahyu berharap, melalui kegiatan seperti Festalora, semangat membaca dan menulis masyarakat dapat terus tumbuh.

 “Semoga kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan Lombok Utara,” tutupnya.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *