Lombokvibes.com, Mataram– Kinerja ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada awal 2026 menunjukkan akselerasi yang cukup tajam. Lonjakan ekspor, meningkatnya kunjungan wisatawan, hingga inflasi yang tetap terkendali menjadi sinyal kuat bahwa roda ekonomi daerah sedang bergerak ke arah positif.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat nilai ekspor pada Maret 2026 mencapai US$ 567,57 juta. Angka ini melonjak drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Maret 2026, ekspor NTB sudah menembus US$ 707,92 juta.
Kenaikan signifikan ini didorong oleh sektor unggulan, terutama pertambangan dan industri pengolahan tembaga yang menjadi tulang punggung ekspor daerah.
Di sisi lain, sektor pariwisata juga ikut menunjukkan tren yang menguat. Jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok pada Maret 2026 tercatat sebanyak 6.428 orang, naik dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,39 juta orang, menandakan tingginya mobilitas domestik, terutama selama momentum libur Ramadan dan Idulfitri.
Peningkatan ini ikut berdampak pada tingkat hunian hotel. Tamu hotel, baik bintang maupun nonbintang, mengalami kenaikan seiring meningkatnya aktivitas perjalanan dan kunjungan wisata.
Tak hanya itu, sektor transportasi juga mencerminkan geliat ekonomi yang sama. Jumlah penumpang angkutan udara domestik meningkat signifikan, diikuti kenaikan penumpang angkutan laut. Lonjakan ini memperlihatkan bahwa mobilitas masyarakat kembali tinggi, sejalan dengan pulihnya berbagai aktivitas ekonomi.
Dari sisi harga, kondisi tetap relatif stabil. Inflasi tahunan NTB pada April 2026 tercatat 3,27 persen, masih dalam kategori terkendali. Bahkan secara bulanan terjadi deflasi tipis, yang dipicu turunnya harga sejumlah komoditas pangan pasca panen.
Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) berada di angka 128, menunjukkan daya beli petani masih cukup kuat, meski mengalami sedikit penurunan dibanding bulan sebelumnya.
Secara keseluruhan, kombinasi antara ekspor yang melonjak, pariwisata yang tumbuh, serta stabilitas harga menjadi fondasi penting bagi ekonomi NTB di awal tahun ini. Tantangan berikutnya adalah menjaga keseimbangan agar pertumbuhan tersebut tetap sejalan dengan daya beli masyarakat.




























