Lombokvibes, Mataram — Geliat seni pertunjukan pelajar kembali menggema melalui kegiatan Pekan Teater Pelajar V Tahun 2026 tingkat SMA/SMK-MA se-Nusa Tenggara Barat yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Sasentra. Kegiatan ini berlangsung pada 18–23 Mei 2026 di Taman Budaya NTB, tepatnya di Gedung Teater Tertentu.
Memasuki hari kedua pelaksanaan, suasana pertunjukan mulai dipadati pelajar, mahasiswa, pegiat seni, hingga masyarakat umum yang antusias menyaksikan berbagai penampilan teater dari sekolah-sekolah di NTB. Pementasan dimulai sejak pukul 16.00 Wita hingga 22.00 Wita dengan menampilkan karya monolog dan drama yang sarat pesan sosial, budaya, hingga keresahan generasi muda.
Mengusung tema “Sajak di Balik Tirai”, kegiatan ini menjadi simbol bahwa panggung teater bukan sekadar ruang hiburan, melainkan media ekspresi dan refleksi kehidupan para pelajar. Melalui dialog, gerak, tata artistik, dan permainan peran, para peserta berupaya menyampaikan gagasan mereka secara kreatif dan menyentuh.
Pada hari kedua, Selasa (19/5/2026), sejumlah sekolah tampil membawakan pertunjukan terbaik mereka. Di antaranya SMAN 2 Mataram melalui Sanggar Seni Budaya Pelangi, SMAN 9 Mataram Sanggar Teater Songo, MA Muallimat NWDI Pancor Lumbung Hijau, hingga SMAN 1 Gunung Sari Teater Sari. Pementasan kembali dilanjutkan pada malam hari oleh beberapa sekolah dengan jadwal yang berlangsung hingga pukul 22.00 Wita.
Rangkaian kegiatan akan terus berlanjut hingga Jumat (22/5/2026) dengan menghadirkan puluhan kelompok teater pelajar dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat. Sementara puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) melalui agenda sarasehan dan malam penganugerahan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya dan kreativitas peserta.
Ketua Umum Teater Sasentra, Fiqi Irawan HB, mengatakan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat menjaga ruang kreatif bagi generasi muda, khususnya pelajar yang memiliki minat dan bakat di dunia seni pertunjukan.
“Pekan Teater Pelajar ini kami hadirkan sebagai ruang belajar, ruang berekspresi, dan ruang pertemuan bagi pelajar-pelajar teater di NTB. Kami ingin adik-adik pelajar memiliki keberanian untuk berkarya dan menyampaikan gagasan mereka melalui panggung,” ujarnya.
Ia menambahkan, tema “Sajak di Balik Tirai” dipilih sebagai simbol bahwa setiap pertunjukan menyimpan cerita, keresahan, dan pesan kehidupan yang ingin disampaikan para pelajar kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Bendahara Umum Teater Sasentra, Siti Hartati Jenab, mengajak masyarakat untuk ikut menyaksikan dan mendukung pertunjukan para pelajar dengan membeli tiket pementasan yang telah disediakan panitia.
“Kami membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk ikut menikmati seluruh rangkaian pementasan. Tiket dibagi menjadi dua kategori, yaitu tiket monolog seharga Rp20.000 dan tiket drama Rp25.000. Untuk mendapatkan tiket, penonton dapat langsung datang ke Taman Budaya NTB setiap hari selama kegiatan berlangsung,” jelasnya.
Atmosfer panggung yang hangat dan penuh semangat menjadi bukti bahwa teater pelajar di NTB terus tumbuh dan memiliki masa depan yang menjanjikan. Melalui kegiatan ini, para pelajar tidak hanya belajar tampil di atas panggung, tetapi juga belajar membaca kehidupan dari balik tirai pertunjukan.




























