Ritual “Menyembeq” di Senaru, Kapolres dan Bhayangkari tebar literasi, sembako, dan layanan kesehatan

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Kunjungan Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Fitriani ke Desa Wisata Senaru, Kecamatan Bayan, Sabtu (13/9/2025) menjadi momentum penguatan harmoni adat, literasi, dan keamanan.

Sejak kedatangannya, Kapolres disambut prosesi adat Menyembeq yang dipimpin tokoh adat Amaq Lokaq. Ritual sakral ini menandai doa keselamatan sekaligus penghormatan bagi tamu kehormatan.

“Budaya adalah warisan mahal untuk generasi penerus, simbol kebesaran sekaligus alat pemersatu bangsa. Menjaga budaya bukan hanya tugas masyarakat adat, tetapi tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk Polri,” ujar Kapolres Agus Purwanta.

Selain gowes kamtibmas yang menjadi program unggulan Polres Lombok Utara untuk mendekatkan diri dengan masyarakat tanpa sekat, rombongan juga menyerahkan 50 paket sembako dan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis. Kapolres bahkan sempat berinteraksi dengan lansia berusia 97 dan 90 tahun yang ikut memeriksakan kesehatan.

“Ini refleksi bagi kami untuk menjaga kesehatan bersama anggota dan keluarga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menekankan pentingnya literasi sebagai pilar pendukung pariwisata. 

“Keamanan mutlak dibutuhkan untuk menjamin aktivitas masyarakat dan wisatawan. Literasi diperlukan untuk inovasi pelayanan, pemasaran, dan pengembangan potensi daerah. Keduanya saling terkait dalam membangun desa wisata seperti Senaru,” ungkapnya.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Fitriani, menambahkan dukungan lewat penyerahan buku karyanya kepada warga Senaru. Ia menegaskan literasi adalah jembatan peningkatan SDM yang tak bisa ditinggalkan.

“Tidak ada peningkatan SDM tanpa literasi. Karena itu, kami menjadikannya program unggulan selain penurunan stunting, pencegahan pernikahan dini, pencegahan kanker, hingga pemberdayaan UMKM dan difabel,” jelasnya.

Heny juga mengapresiasi adat Menyembeq sebagai warisan yang harus dijaga. 

“Menyembeq adalah simbol kelestarian budaya di tengah modernisasi. Saya berharap tradisi ini terus diwariskan hingga ratusan tahun ke depan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Senaru, Raden Akria Buana, menilai kehadiran Kapolres memperkuat rasa aman bagi masyarakat. 

“Sapta Pesona harus diwujudkan, karena rasa aman dan nyaman adalah aset utama pariwisata. Kehadiran Kapolres menyentuh langsung masyarakat hingga ke akar rumput,” ujarnya.

Kunjungan Kapolres dan Bhayangkari di Senaru menunjukkan pendekatan humanis Polres Lombok Utara yang tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga memperkuat literasi, kesehatan, dan kearifan lokal sebagai modal sosial membangun Lombok Utara.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!