Apa itu nikel dan kenapa kita harus menolak tambang nikel yang exploitatif? 

Tanpa judul (1920 x 1080 piksel)
Tanpa judul (1920 x 1080 piksel)

Lombokvibes.com, Mataram- Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia. Kekayaan alam ini kerap dijadikan alasan untuk membuka lahan pertambangan besar-besaran, terutama di wilayah-wilayah timur Indonesia seperti Sulawesi dan Maluku. 

Nikel sendiri merupakan unsur logam alami yang warnanya putih keperakan dan mengilap. Nikel termasuk lima logam yang paling banyak ditemukan di kerak bumi. Karena ia adalah logam, nikel menjadi penghantar listrik dan panas yang sangat efisien.

Nikel di alam bentuknya ada dua: sekitar 60% berupa laterit dan 40% berupa endapan sulfida. Melansir laman Pendaki Jadul, data dari US Geological Survey bilang kalau ada sekitar 74 juta metrik ton cadangan nikel di dunia. Dari jumlah itu, 4,5 juta ton-nya ada di Indonesia, lho!

Sebaran bijih nikel laterit di Indonesia ada banyak di daerah Sulawesi, Maluku, Halmahera, Papua, sampai Kalimantan. Di Sulawesi sendiri, kawasan Morowali dan Morowali Utara jadi pusat industri tambang nikel.

Kebanyakan nikel dari Indonesia diekspor ke luar negeri kayak Tiongkok, Jepang, Eropa, sampai Amerika. Bentuknya bisa bijih nikel mentah, feronikel, nickel pig iron (NPI), atau nikel matte.

Nikel menjadi incaran karena lebih dari 300.000 produk di dunia ini memakai bahan dasar nikel. Mulai dari alat rumah tangga sampai teknologi canggih, beberapa contohnya:

1. Alat dapur: Wajan, sendok, pemanggang roti—semua bisa tahan gores dan panas karena ada nikelnya.

2. Koin: Banyak koin dibuat dari nikel karena tahan lama dan gak gampang aus.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!