Ares, Bale, Baiq dkk resmi masuk KBBI, masyarakat diminta aktif gunakan bahasa daerah

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok – Bahasa daerah memiliki peran penting dalam memperkaya khazanah bahasa Indonesia. Dalam upaya memperkuat posisi bahasa daerah, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mendorong masuknya kosakata lokal ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Salah satu yang aktif berkontribusi adalah bahasa Sasak.

Sejak tahun 2021, upaya pelestarian dan pengembangan bahasa Sasak telah dilakukan secara konsisten. Setiap tahun, sekitar 500 kosakata daerah diusulkan untuk masuk ke KBBI. Kosakata-kosakata tersebut dikumpulkan dari berbagai wilayah penutur bahasa Sasak dan dikaji secara linguistik.

“Kami sudah mulai dari tahun 2021. Jumlah kosakata yang kami kirim ke KBBI itu banyak, dan ini adalah bagian dari upaya serius kami,” Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi, kemarin dalam Lokakarya Bahasa Sasak yang digelar baru-baru ini.

Selain usaha untuk terus mendata kosakata, masyarakat juga didorong untuk aktif menggunakan istilah-istilah lokal dalam kehidupan sehari-hari. Semakin sering kosakata daerah dipakai dan terdengar, semakin besar pula peluangnya untuk diakui dan dimasukkan ke dalam KBBI.

Beberapa kosakata bahasa Sasak dan Mbojo yang telah resmi masuk dalam KBBI antara lain: abihadahalitamparaposamorbalebantalaresayam taliwangbale beleqbale balaqbale seng, danlain-lain

Kosakata-kosakata ini menjadi bukti bahwa bahasa Sasak tidak hanya hidup, tetapi juga berkembang dan diakui dalam lingkup nasional.

21569de7-40b3-48d2-95f9-a947c786d990
(Foto: Kepala Balai Bahasa Prov NTB Dwi Pratiwi/dok.ist)

Selain Sasak, upaya serupa juga sedang  dilakukan untuk bahasa Mbojo yang digunakan di wilayah Bima dan Dompu. Permintaan masyarakat untuk memiliki bale bahasa yang memfasilitasi pengembangan bahasa Mbojo dan Samawa semakin kuat. Namun, Balai Bahasa Provinsi NTB menyatakan bahwa keputusan terkait hal ini memerlukan kajian mendalam secara ilmiah dan historis.

“Secara historis, Dompu dan Bima merupakan satu kesatuan kultural dan linguistik. Tapi kami belum bisa memutuskan pembentukan bale bahasa khusus, karena masih perlu pendalaman lebih lanjut,” jelas pihak balai bahasa.

Pengusulan dan penguatan kosakata lokal ini bukan hanya soal pelestarian, tapi juga strategi agar bahasa daerah menjadi bagian sah dari bahasa Indonesia. Ketika sebuah kosakata daerah telah termuat dalam KBBI, itu menandakan bahwa bahasa tersebut telah ikut serta membangun identitas kebahasaan nasional.

Oleh karenanya, usaha untuk pelestarian bahasa daerah dengan masuk KBBI tidak bisa hanya dilakukan oleh Balai Bahasa, masyarakat, dan komunitas-komunitas tertentu. Akan tetapi, kepala-kepala daerah di NTB juga diminta untuk aktif menggunakan bahasa daerah saat pidato, pertemuan, atau kegiatan yang lainnya. 

“Meskipun hanya nyelipin, tapi semakin sering didengar, digunakan, semakin familiar, maka bahasa daerah akan tetap lestari,” tegas Dwi Pratiwi.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!