Tips memulai gaya hidup minimalis

4. Utamakan kualitas daripada kuantitas

Agar barang bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama, maka kita harus membeli produk dengan kualitas yang baik. Jadi kita kita tidak perlu melakukan pembelian berulang karena kualitas yang kita beli kurang dan jadi lebih cepat rusak. Oleh karena itu, mengutamakan kualitas itu sangat penting.

5. Kurangi ikatan emosi terhadap barang

Sebagian dari kita, kadang merasa punya ikatan emosi terhadap barang. Misalnya, boneka masa kecil, surat-surat lucu waktu kuliah dulu, dompet dari mantan, dan lainnya yang punya kenangan tersendiri. Ikatan emosi terhadap barang ini membuat kita jadi punya perasaan sayang untuk menyingkirkannya. Padahal, barang tersebut jarang dilihat, tidak dipakai lagi, dibiarkan menumpuk di gudang, tapi sayang untuk dibuang.

Jadi, cobalah untuk mengurangi perasaan ‘sayang untuk dibuang’ terhadap barang, kalau barang-barang itu sebenarnya tidak esensial lagi, lebih baik dibuang atau disumbangkan aja biar tidak memenuhi ruang.

6. Mengatur isi lemari pakaian

Merapikan dan mengatur kembali isi lemari bisa dijadikan salah satu cara untuk hidup lebih minimalis. Kita bisa memilih mana baju yang kira-kira tidak akan dipakai lagi, lalu kita bisa menyingkirkannya untuk dijual atau disumbangkan. Lemari yang teratur dan tidak terlalu banyak memiliki tumpukan baju, akan membantu kita untuk memilih baju yang mana yang akan kita gunakan.

7. Terapkan prinsip mengganti bukan menambah

Beli barang baru tentu saja boleh, apalagi kalau memang penting dan butuh. Tapi jangan sampai berlebihan dan menyebabkan penumpukan. Biar tidak menumpuk, kita bisa menerapkan prinsip mengganti bukan menambah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!