Finalis Putri Pariwisata Indonesia asal NTB dititipkan misi besar untuk bangun daerah

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Mataram – Semangat muda, budaya lokal, dan misi sosial bertemu dalam satu ruang penuh inspirasi di Pendopo Barat, Senin pagi (4/8). Finalis Putri Pariwisata Indonesia asal NTB, Mia Maharani, melakukan audiensi dengan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Sinta Agathia Iqbal, untuk membahas kontribusi generasi muda dalam isu-isu sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam pertemuan hangat tersebut, Bunda Sinta menekankan pentingnya peran aktif perempuan muda dalam memperjuangkan nilai-nilai budaya dan perubahan sosial. Ia memberikan dukungan penuh kepada Mia untuk ikut menyuarakan isu-isu strategis seperti pencegahan pernikahan usia anak, pelestarian budaya lokal, dan pengentasan desa miskin ekstrem.

“Saya titip Mbak Mia untuk ikut mengkampanyekan pencegahan pernikahan usia anak, menjaga budaya, serta mendukung upaya kita dalam mengentaskan desa miskin ekstrem, khususnya di 106 desa prioritas, termasuk 26 desa di Lombok Tengah,” ujarnya.

Lebih dari sekadar seruan, Bunda Sinta mendorong aksi nyata di lapangan. Menurutnya, pendekatan langsung dan keberlanjutan program adalah kunci agar perubahan benar-benar terasa dan bertahan lama.

“Cara yang membuat bertahan lama, kita harus tarik, ajak, ajarkan, dan tunjukkan hasilnya. Jangan hanya teori, tapi juga praktek nyata di lapangan,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Mia memaparkan inisiatif yang telah ia jalankan melalui dua komunitas: Lentera Pendidikan dan Miara Nusantara. Di Kecamatan Janapria, ia dan tim fokus pada pengajaran anak-anak serta pelatihan kerajinan tangan berbahan dasar ketak untuk para ibu.

“Kami berusaha membangun kesadaran bahwa apa yang mereka kerjakan memiliki nilai. Tinggal bagaimana mengemasnya,” jelas Mia.

Ia menambahkan, semangat kemandirian menjadi landasan utama gerakan ini. Bersama pemerintah desa, ia tengah merancang skema berkelanjutan agar program pemberdayaan bisa terus berkembang dan menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat.

Pertemuan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemuda dan pemerintah daerah bukan hanya mungkin, tapi juga mendesak. Di tangan generasi muda seperti Mia, masa depan NTB yang inklusif dan berdaya bukan sekadar harapan, tapi sedang diperjuangkan, satu aksi nyata dalam satu komunitas pada satu waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!