Dari tenun hingga kopi, KKNTB 2025 jadi panggung UMKM tunjukkan karya terbaik

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Mataram – Aroma kopi robusta Dompu bercampur dengan harum tenun ikat Sumbawa di sudut Atrium Lombok Epicentrum Mall. Di meja lain, deretan kerajinan kayu dan perhiasan mutiara Lombok memikat pengunjung yang hilir-mudik. Inilah wajah Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KKNTB) 2025, ajang yang mempertemukan 101 UMKM dari seluruh penjuru NTB.

Bagi banyak pelaku usaha, KKNTB bukan sekadar bazar. Ini adalah panggung untuk menegaskan bahwa produk lokal NTB bisa bersaing, sekaligus kesempatan menemukan mitra bisnis baru. 

“Kami ingin orang tahu, produk dari desa kecil juga bisa punya kualitas dunia,” ujar seorang pengrajin yang ikut serta.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang hadir membuka kegiatan ini menekankan pentingnya memberi ruang seluas-luasnya bagi talenta kreatif daerah. Ia mendorong sistem open bidding agar pelaku industri dari pelosok pun mendapat kesempatan yang sama. 

“Sering kali ada mutiara terpendam dengan karya luar biasa, tapi belum dapat panggung. KKNTB harus jadi tempat mereka bersinar,” katanya.

Iqbal juga menekankan, bahwa pengembangan UMKM tidak boleh berhenti pada bantuan atau inkubasi semata. Ia ingin UMKM didorong untuk mandiri, berani mengambil peluang, dan tidak bergantung pada pendampingan.

“Tujuannya melahirkan entrepreneur sejati, bukan sekadar penerima bantuan,” tegasnya.

Dukungan datang dari Bank Indonesia (BI) yang menjadikan UMKM sebagai salah satu fokus pengembangan ekonomi daerah. 

Kepala Perwakilan BI NTB, Hario Pamungkas, menyebut tiga pilar utama untuk memperkuat UMKM: korporatisasi, peningkatan kapasitas, serta akses pasar dan pembiayaan.

“Fashion, wastra, kriya, hingga kuliner NTB punya potensi besar. Melalui KKNTB, daya saing UMKM bisa meningkat sehingga mampu menembus pasar nasional hingga ekspor,” ungkapnya.

Selama tiga hari, KKNTB 2025 menghadirkan rangkaian acara mulai dari bazar, fashion show, business matching, hingga talkshow literasi keuangan. 

Sebagian omzet kegiatan dialokasikan untuk wakaf produktif sebagai bentuk kontribusi sosial bagi masyarakat NTB.

Di balik sorotan lampu panggung dan keramaian pengunjung, semangat yang sama menggema: UMKM NTB ingin naik kelas, bukan sekadar bertahan. KKNTB pun menjadi jembatan agar karya lokal bisa melangkah lebih jauh, dari atrium mal di Mataram hingga pasar global.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *