3 SPBU di KLU ditutup akibat lahan dilelang bank, warga antre berburu BBM

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara- Pengadilan Negeri (PN) Mataram mengeksekusi 3 (tiga) SPBU di Lombok Utara, yakni di Kecamatan Pemenang, Jenggala Tanjung, dan Kayangan, Rabu (15/4/2026).

Panitera Pengadilan Negeri Mataram, Anak Agung Diksa, menjelaskan bahwa eksekusi dilakukan berdasarkan perintah Ketua Pengadilan Negeri Mataram akibat sudah adanya pelelangan oleh PT Bank Bukopin Tbk melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Objek yang dieksekusi merupakan jaminan kredit di Bank Bukopin Jakarta yang kemudian dilelang melalui karena debitur tidak mampu melunasi kewajibannya,” jelasnya di sela-sela aksi eksekusi kemarin.

Dia menyebut, pemenang lelang telah mengajukan permohonan eksekusi setelah sebelumnya pemilik lahan tidak mengindahkan teguran untuk menyerahkan objek secara sukarela.

“Yang menjadi jaminan adalah lahan beserta segala sesuatu yang melekat di atasnya. Setelah lelang, kepemilikan telah beralih kepada pemenang lelang,” jelasnya.

Sementara itu, kuasa hukum pemilik lahan M.Nasahar, Fuad Alhafsi MH menyebutkan, pihaknya sangat menyayangkan aksi PN Mataram yang melakukan penyitaan atas dasar surat lelang.

“Ini proses hukumnya kan masih berlangsung, kami sudah mencoba melakukan perlawanan hukum. Kan harusnya ditunda, karena ada upaya,” tegas Fuad saat ditemui di lokasi.

Fuad pun membenarkan bahwa kliennya memiliki hutang kredit sebesar Rp8 miliar di PT Bank Bukopin Tbk. Namun, pihaknya menilai proses eksekusi ini adanya penyimpangan dan terlalu dipaksakan.

“Harusnya kalau ada gugatan perlawanan, ketua PN dapat melihat hal ini secara bijak, ini berdampak ke banyak pihak,” tekan Fuad lagi.

Ia pun meminta Ketua Komisi III DPR Ri dapat membantu akan hal ini. 

Sementara itu, salah satu warga yang ikut berburu bahan bakar, Yanti, warga Tanjung sangat menyayangkan penutupan SPBU di KLU ini. Dia berharap, pemilik baru dapat segera membukanya kembali agar masyarakat tidak kesulitan mengantre BBM.

“Ya harus ada solusi cepat, karena ini kebutuhan kita sehari-hari,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!