Lombokvibes.com, Mataram — Pulau Lombok kembali dipercaya menjadi panggung nasional. Tahun ini, daerah tersebut akan menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (HIMBARSI) 2026, yang diproyeksikan menghadirkan ratusan pelaku industri keuangan syariah dari seluruh penjuru Tanah Air.
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menyambut positif agenda berskala nasional tersebut. Ia menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung penuh pelaksanaan Rakornas, sekaligus menjadikannya sebagai momentum strategis memperkuat ekonomi syariah dan mempromosikan NTB ke tingkat nasional.
“Kami menyambut baik dan sangat mendukung pelaksanaan Rakornas BPR Syariah di Lombok. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran ekonomi syariah sekaligus mempromosikan daerah kita ke tingkat nasional,” ujar Iqbal usai audiensi di Kantor Gubernur NTB.
Iqbal menekankan bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai forum diskusi semata. Ia mendorong agar Rakornas mampu memberi dampak langsung terhadap pelaku usaha lokal, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya berhenti pada forum, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM dan ekonomi daerah. BPR Syariah ke depan harus semakin kuat, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Ketua Panitia Rakornas, Ivan Eroka Yuliadji, mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan dihadiri sekitar 174 BPR Syariah dari seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu pertemuan terbesar di sektor tersebut.
“Yang akan hadir insya Allah dari 174 BPR Syariah seluruh Indonesia yang akan memenuhi Lombok ini,” katanya.
Rangkaian kegiatan akan dimulai pada 19 April 2026 dengan kedatangan peserta sekaligus pembukaan UMKM Fest di kawasan Car Free Day Jalan Udayana, Kota Mataram. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi langsung antara pelaku usaha lokal dengan peserta Rakornas dan masyarakat umum.
Agenda utama Rakornas dijadwalkan berlangsung pada 20 April dan akan dibuka langsung oleh Gubernur NTB, sebelum ditutup pada 21 April 2026.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga akan diramaikan dengan BPR Syariah Summit 2026 yang mengangkat isu-isu strategis dalam pengembangan industri, mulai dari aspek bisnis, teknologi informasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Di BPR Syariah Summit nanti ada beberapa agenda, kami bagi menjadi tiga topik, mulai dari bisnis, IT, dan pengembangan SDM. Peserta bisa memilih topik yang akan diikuti,” jelas Ivan.
Sebagai bagian dari promosi daerah, panitia turut menyiapkan agenda kunjungan ke sejumlah UMKM serta kegiatan wisata yang akan memperkenalkan potensi Lombok kepada para peserta dari seluruh Indonesia.
“Kami juga akan mengunjungi beberapa UMKM dan tadabur alam ke destinasi wisata di Lombok. Jadi sekaligus memperkenalkan Lombok kepada Indonesia, sesuai tema kami dari Lombok untuk Indonesia,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, panitia menggandeng Bank NTB Syariah sebagai mitra utama, termasuk dalam penyelenggaraan UMKM Fest yang akan digelar di depan kantor bank tersebut. Tiga BPR Syariah lokal, yakni Patuh Beramal, Dinar Asri, dan Tulen Amanah, juga akan terlibat sebagai tuan rumah.
“Insya Allah nanti di Car Free Day di depan kantor Bank NTB Syariah, UMKM Fest akan kita adakan. BPR Syariah di Lombok seperti Patuh Beramal, Dinar Asri, dan Tulen Amanah akan menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Ivan pun mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTB yang dinilai sangat membantu kelancaran persiapan kegiatan, mulai dari penyediaan lokasi hingga fasilitasi pelibatan UMKM.
“Dukungan Pemprov luar biasa, termasuk dari Bank NTB Syariah yang memberikan venue dan membantu menghadirkan UMKM untuk meramaikan kegiatan,” pungkasnya.
Dengan skala peserta nasional dan rangkaian agenda yang melibatkan banyak sektor, Rakornas HIMBARSI 2026 di Lombok diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem keuangan syariah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan UMKM dan ekonomi daerah secara berkelanjutan.




























