Wahana Bambu Willis: Bertahan dengan nilai seni di tengah serbuan marketplace

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Mataram – Di tengah gempuran penjualan online dan persaingan harga di marketplace, Wahana Bambu Willis tetap berdiri tegak dengan prinsipnya, yakni menjaga nilai seni dan keaslian kerajinan bambu Lombok. 

Di tangan H. Saleh, pengrajin berpengalaman yang telah menekuni dunia bambu selama lebih dari 35 tahun, usaha ini menjadi simbol ketekunan dan konsistensi di tengah arus modernisasi perdagangan.

Berlokasi di Gunung Sari, Lombok Barat,  Wahana Bambu Willis dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan bambu yang menghasilkan berbagai produk bernilai tinggi, mulai dari rumah bambu, gazebo, hingga furnitur pesanan hotel dan restoran. 

Tak kurang dari 15 pengrajin aktif bekerja di bawah koordinasi H. Saleh, dengan sistem kerja berbasis pesanan.

“Kami tidak jualan online karena kalau masuk ke marketplace, harga langsung seragam dan turun. Barang seni seperti ini punya nilai tersendiri, tidak bisa disamakan,” ungkap H. Saleh saat ditemui di bengkel kerajinannya, beberapa waktu lalu.

Sistem kerja di Wahana Bambu Willis masih tradisional, namun sangat terjaga kualitasnya. Bahan baku didatangkan dari berbagai daerah di Lombok, dan setiap pesanan dikerjakan manual oleh pengrajin berpengalaman. 

“Kami kasih bahan ke pengrajin, tergantung pesanan. Semua kerja berdasarkan keahlian tangan. Tidak semua orang bisa buat,” jelasnya.

Produk Wahana Bambu Willis banyak dipesan oleh hotel-hotel, restoran, hingga pemilik rumah pribadi yang menginginkan sentuhan alami dan artistik. 

Harga produknya pun beragam, mulai dari 25 ribu hingga mencapai 1,5 juta rupiah, tergantung tingkat kesulitan dan ukuran.

Meski usaha ini berjalan sepenuhnya secara offline, pelanggan datang silih berganti. 

“Kami tidak bisa menawarkan ke sana-sini, pembeli datang sendiri. Alhamdulillah, banyak pelanggan tetap dari hotel dan restoran,” kata H. Saleh.

Wahana Bambu Willis juga pernah terlibat dalam sejumlah pameran besar, termasuk pameran kerajinan bambu yang digelar oleh Kementerian PUPR. Pengalaman itu semakin memperkuat reputasi mereka sebagai pengrajin lokal yang punya daya saing tinggi dan karya berkarakter.

“Bagi kami, yang utama bukan sekadar jualan, tapi menjaga seni dan nilai kerja tangan,” tutup H. Saleh.

Dengan keteguhan memegang prinsip dan kecintaan pada karya, Wahana Bambu Willis menjadi bukti bahwa keaslian dan ketulusan masih punya tempat di tengah era digital yang serba instan.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *