Lombokvibes.com, Lombok Timur – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang balita laki-laki bernama Muhammad Rafid Zaki (2,5) yang dilaporkan hilang di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Hingga Senin sore (9/3), korban belum berhasil ditemukan meski upaya pencarian telah dilakukan sejak pagi.
Balita tersebut dilaporkan hilang sejak Minggu pagi (8/3). Informasi kehilangan baru diterima oleh Kantor SAR Mataram pada Senin pagi melalui Kapolsek Sembalun, Burhanudin.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, melalui Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula saat korban sedang bermain di depan rumahnya.
Saat itu, sang ibu meninggalkan korban sebentar di sekitar area genangan air. Namun ketika kembali sekitar 30 menit kemudian, anak tersebut sudah tidak berada di lokasi.
“Korban awalnya bermain di depan rumah. Ibunya sempat meninggalkan sebentar di sekitar genangan air. Sekitar 30 menit kemudian saat kembali, korban sudah tidak ditemukan di tempat,” kata Darwis.
Menyadari anaknya hilang, pihak keluarga bersama aparat setempat langsung melakukan pencarian mandiri di sekitar rumah. Mereka juga menyisir aliran sungai yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi kejadian.
Namun hingga beberapa waktu kemudian, pencarian tersebut belum membuahkan hasil.
“Pihak keluarga dan aparat setempat sudah melakukan pencarian di sekitar rumah hingga menyisir aliran sungai yang jaraknya sekitar 10 meter dari lokasi, tetapi korban belum ditemukan,” ujar Darwis.
Merespons laporan tersebut, tim rescue dari Kantor SAR Mataram bersama Pos SAR Kayangan segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian di Sembalun.
Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan koordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk memetakan area pencarian dan menentukan strategi penyisiran.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur tim SAR gabungan, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Mataram dan Pos SAR Kayangan, Polsek Sembalun, SAR Unit Lombok Timur, Damkarmat Lombok Timur, BPBD Lombok Timur, TSBK Bima, Satpol PP, Tagana, masyarakat setempat, serta para relawan.
Hingga berita ini diturunkan, tim di lapangan masih terus melakukan penyisiran di area sekitar lokasi kejadian, termasuk sepanjang aliran sungai yang berada di dekat rumah korban.
Tim SAR berharap upaya pencarian yang terus dilakukan secara intensif dapat segera menemukan tanda-tanda keberadaan balita tersebut.




























