Lombokvibes.com, Mataram — Dunia perfilman di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai bergerak naik kelas. Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB menggagas langkah besar dengan menggelar workshop perfilman bagi pelajar SMA/SMK se-NTB bekerja sama dengan Lombok Foundation.
Program ini bukan sekadar pelatihan biasa. Pemprov NTB ingin membangun ekosistem industri kreatif perfilman sejak dari bangku sekolah, sekaligus melahirkan generasi sineas muda daerah yang kreatif, kritis, dan berani menyuarakan isu sosial lewat karya film.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., ME mengatakan, workshop tersebut menjadi strategi untuk memunculkan komunitas-komunitas perfilman baru di NTB yang nantinya mampu menghidupkan industri kreatif daerah.
“Melalui workshop ini kita ingin NTB memiliki kelompok-kelompok atau komunitas perfilman yang bisa menghidupkan industri kreatifnya,” ujarnya di Mataram, Kamis (7/5/2026).
Tak hanya bicara kreativitas, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) NTB yang saat ini masih berada pada kategori rendah.
“IPP NTB saat ini masih di angka 25 dan masuk kategori rendah. Karena itu kita mencoba mendorong kreativitas anak-anak muda melalui film agar IPP kita terus meningkat,” katanya.
Menariknya, karya film para pelajar nantinya tidak hanya berisi hiburan, tetapi juga membawa pesan edukatif. Salah satu isu yang akan diangkat adalah merariq kodeq atau pernikahan usia anak yang masih menjadi perhatian di NTB.
“Kita juga memasukkan isu merariq kodeq supaya masyarakat memahami dampaknya. Jadi saat menonton film, ada edukasi yang didapat,” jelasnya.
Workshop perfilman ini akan digelar melalui roadshow ke sekolah-sekolah SMA/SMK di seluruh NTB. Pemprov NTB juga memberikan apresiasi kepada sekolah yang selama ini aktif mengembangkan kreativitas perfilman di lingkungan pendidikan.
Sebagai tindak lanjut, Dikpora NTB akan menggelar lomba film pelajar sebagai wadah apresiasi sekaligus ruang unjuk bakat generasi muda NTB.
Lewat program ini, Pemprov NTB berharap lahir para sineas muda berbakat yang mampu membawa cerita lokal NTB ke level yang lebih besar — dari ruang kelas menuju layar lebar.




























