Lombokvibes.com, Lombok Utara – Keputusan mengejutkan datang dari Direktur RSUD Lombok Utara, drg. Nova Budiharjo, yang menyatakan mundur dari jabatannya di tengah aksi demonstrasi di halaman kantor Bupati, Jumat (17/10/2025). Langkah tersebut sontak memantik sorotan tajam dari DPRD Lombok Utara, khususnya Komisi III yang membidangi urusan kesehatan.
Ketua Komisi III DPRD Lombok Utara, Sutranto, mengaku menyayangkan keputusan drg. Nova. Menurutnya, pengunduran diri tersebut meninggalkan sejumlah tanda tanya besar, terutama soal alasan di balik langkah cepat sang direktur.
“Kami sangat mengapresiasi kebesaran hati drg. Nova yang mau melepas jabatannya. Tetapi menjadi pertanyaan, apakah mundurnya ini atas dasar keinginan sendiri atau karena adanya tekanan,” ujar Sutranto, Minggu (19/10/2025).
Politisi PKB ini menilai, keputusan itu cukup disayangkan lantaran drg. Nova baru beberapa bulan memimpin RSUD Lombok Utara. Ia menyebut banyak pihak, termasuk tenaga medis dan masyarakat, merasa kehilangan sosok yang dinilai cukup progresif dalam melakukan pembenahan di tubuh rumah sakit daerah tersebut.
“Tentu keputusannya ada di tangan Bupati apakah akan menerima atau menolak pengunduran diri tersebut,” lanjutnya.
Desakan agar drg. Nova mundur mencuat setelah aksi demonstrasi yang dipicu oleh kasus pelayanan pasien bernama Winda. Bayi dalam kandungan Winda meninggal dunia di usia tujuh bulan setelah sang ibu berobat ke IGD RSUD Lombok Utara pada Kamis (7/10/2025) dengan keluhan nyeri. Dugaan sementara menyebutkan obat yang diberikan pihak rumah sakit menjadi penyebab kematian janin tersebut, meski hal itu belum terbukti secara medis.
Sutranto menyampaikan duka mendalam atas kejadian itu dan meminta manajemen rumah sakit melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk menindak tegas siapa pun yang terbukti melakukan kesalahan. Komisi III, katanya, sudah merencanakan pemanggilan Direktur RSUD dan jajaran terkait pada Senin (20/10/2025) untuk mendalami kasus tersebut.
Namun dengan adanya pengunduran diri drg. Nova, rencana pemanggilan itu ditunda sementara. Komisi III akan menggelar rapat internal untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Kami sudah mengunjungi keluarga pasien dan melakukan sidak ke rumah sakit. Tujuan kami sebenarnya untuk menyinkronkan keterangan dari pihak keluarga dengan pihak RSUD. Tapi karena ada dinamika baru ini, kami akan rapat ulang dulu,” jelasnya.
Sutranto juga mengingatkan agar publik tidak gegabah dalam menilai kasus tersebut. Ia menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh sebelum mengambil kesimpulan.
“Kita perlu menunggu hasil penyelidikan yang benar-benar objektif. Kalau setiap ada masalah di RSUD, direktur selalu didorong mundur, khawatir nanti tidak ada yang mau memimpin rumah sakit ini. Mari kita kawal bersama kasus ini dengan kepala dingin,” tutupnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik Lombok Utara. Banyak pihak menanti langkah Bupati dalam menyikapi pengunduran diri drg. Nova, sekaligus hasil investigasi atas dugaan kelalaian pelayanan yang menewaskan bayi Winda.



































