Terseret pusaran air terjun Tiu Bombong, pemuda 22 tahun asal Pendua hilang

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara— Seorang pemuda bernama Rozi (22), warga Dusun Lokok Bata, Desa Pendua, dilaporkan tenggelam di kawasan Air Terjun Tiu Bombong, Dusun Sempakok, Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara, Senin (20/4). Korban diduga terseret pusaran air saat mandi bersama dua rekannya sekitar pukul 11.00 Wita.

Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa bermula ketika korban dan dua temannya berada di area air terjun. Saat itu, Rozi mandi di sekitar aliran utama Tiu Bombong. Namun derasnya debit air menyebabkan korban terseret arus kuat menuju pusaran air dan tidak kembali muncul ke permukaan.

Dua rekan korban yang menyaksikan kejadian tersebut segera melaporkan peristiwa itu kepada warga sekitar. Upaya pencarian pun langsung dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk warga, Tim SAR Lombok Utara, PMI Lombok Utara, Damkar Lombok Utara, Babinsa setempat, Polres Lombok Utara, serta gabungan pencinta alam Lombok Utara.

Sangga, Anggota Pencinta Alam Lombok Utara, menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan secara intensif sejak siang hingga sore hari. Namun kondisi cuaca dan meningkatnya debit air menjadi kendala utama tim di lapangan.

“Kami bersama tim gabungan sudah melakukan pencarian sejak laporan diterima. Namun karena intensitas hujan meningkat dan arus air terjun semakin deras, pencarian hari pertama terpaksa dihentikan demi keselamatan tim,” ujar Sangga.

Proses pencarian berlangsung kurang lebih selama delapan jam. Hingga pukul 17.35 Wita, korban masih belum ditemukan. Keputusan penghentian sementara pencarian diambil oleh Ketua SAR Lombok Utara, Gusti, bersama Polres Lombok Utara dan unsur terkait lainnya, serta disaksikan pihak keluarga korban.

Penghentian dilakukan setelah kondisi di lokasi dinilai tidak memungkinkan untuk melanjutkan operasi. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan debit air meningkat tajam dan berpotensi membahayakan tim pencari.

“Pencarian akan dilanjutkan kembali besok pagi pukul 07.00 Wita. Kami berharap kondisi cuaca membaik agar proses pencarian bisa lebih maksimal dan korban segera ditemukan,” tambah Sangga.

Tim gabungan dijadwalkan kembali melakukan penyisiran pada Selasa (21/4) dengan memperluas area pencarian di sepanjang aliran air terjun hingga ke titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban terseret.

Keluarga korban dan warga sekitar masih menunggu kabar baik dari proses pencarian lanjutan. Seluruh pihak berharap korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!