Gubernur NTB hubungi KBRI se-Timur Tengah pastikan warga NTB aman di tengah eskalasi konflik

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Mataram— Di tengah meningkatnya tensi geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, bergerak cepat memastikan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya asal NTB, yang berada di kawasan Timur Tengah.

Langkah konkret itu diwujudkan melalui komunikasi langsung dengan sejumlah Duta Besar Republik Indonesia di negara-negara Teluk dan Iran. Koordinasi dilakukan untuk memastikan warga NTB tetap dalam perlindungan negara dan berada dalam pemantauan intensif perwakilan RI.

“Sebagai kepala daerah, saya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan warga NTB yang berada di luar negeri tetap dalam perlindungan negara, terlebih dalam situasi geopolitik yang berkembang seperti saat ini,” tegas Miq Iqbal.

Komunikasi tersebut mencakup KBRI Teheran, KBRI Riyadh, KBRI Muscat, KBRI Abu Dhabi, KBRI Manama, KBRI Doha, serta KBRI Kuwait City.

Dalam pembicaraan tersebut, para Duta Besar memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada dalam kondisi terpantau. Pemantauan dilakukan melalui jaringan masyarakat Indonesia di masing-masing negara. Selain itu, seluruh perwakilan RI telah mengaktifkan rencana kontinjensi sebagai langkah antisipatif apabila terjadi peningkatan eskalasi konflik.

“Para Duta Besar memastikan bahwa seluruh WNI yang terdaftar dalam kondisi terpantau. Masing-masing KBRI telah mengaktifkan rencana kontinjensi sebagai langkah mitigasi jika situasi berkembang lebih jauh,” jelasnya.

Miq Iqbal juga secara khusus menitipkan warga NTB kepada para Duta Besar RI agar mendapatkan perhatian maksimal.

“Saya menitipkan secara khusus warga NTB kepada para Duta Besar. Keselamatan mereka adalah prioritas,” tegasnya.

Ia mengimbau keluarga di NTB yang memiliki anggota keluarga di kawasan Timur Tengah untuk tetap tenang dan proaktif memastikan data keberadaan mereka tercatat di KBRI atau KJRI terdekat. Jika belum terdaftar, keluarga diminta segera menghubungi hotline resmi perwakilan RI di masing-masing negara.

“Kepada masyarakat NTB yang memiliki keluarga di kawasan tersebut, saya mengajak untuk tetap tenang. Pastikan komunikasi dengan KBRI atau KJRI terus terjaga dan ikuti arahan resmi dari perwakilan RI,” ujarnya.

Dalam komunikasi tersebut, Miq Iqbal juga berbagi pengalamannya saat bertugas di Kementerian Luar Negeri dalam menangani perlindungan WNI di wilayah konflik. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi agar respons perlindungan warga negara berjalan cepat, terukur, dan adaptif terhadap dinamika lapangan.

Gubernur menegaskan, langkah komunikasi ini bukan respons sesaat. Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan seluruh perwakilan RI di luar negeri akan dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap perkembangan situasi dapat direspons secara cepat dan tepat.

“Kami akan terus memantau dan berkoordinasi secara rutin. Pemerintah daerah tidak boleh abai terhadap situasi global yang berpotensi berdampak pada warga kita,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi NTB memastikan komitmennya untuk terus hadir, menjaga komunikasi, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam menjamin perlindungan warga NTB di manapun mereka berada. Di tengah ketidakpastian global, kepastian perlindungan bagi warga menjadi pesan utama yang ditegaskan dari Mataram.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!