Kampung Pas, bukti karya warga binaan kini jadi destinasi hits di Mataram

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Mataram– Kota Mataram kembali memiliki ruang publik baru yang unik dan sarat nilai sosial. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, meresmikan Kampung Pas yang berlokasi di Jalan Majapahit, Mataram, Sabtu (17/1/2026). Kawasan ini ditata sebagai pusat jajanan rakyat sekaligus ruang hiburan dengan konsep live music, yang dikelola langsung oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Di tengah maraknya restoran dan pusat kuliner modern di Kota Mataram, kehadiran Kampung Pas menawarkan warna berbeda. Bukan sekadar tempat makan dan nongkrong, Kampung Pas menjadi simbol kolaborasi, pemberdayaan, dan ruang inklusif yang membuka peluang ekonomi bagi warga binaan.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengapresiasi lahirnya Kampung Pas sebagai wujud nyata pembinaan yang produktif. Ia menegaskan bahwa warga binaan memiliki potensi besar untuk berkontribusi positif bagi masyarakat apabila diberi ruang dan kesempatan.

“Kampung Pas ini bukan hanya tentang kuliner dan hiburan, tetapi tentang harapan dan kesempatan kedua. Di sini kita melihat bagaimana warga binaan diberdayakan untuk berkarya, berusaha, dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Gubernur Iqbal dalam sambutannya.

Ia menambahkan, konsep seperti Kampung Pas sejalan dengan semangat pembangunan NTB yang inklusif dan berbasis kolaborasi. Menurutnya, pembinaan di Lapas tidak boleh berhenti pada aspek kedisiplinan, tetapi harus mendorong kemandirian ekonomi dan keterampilan hidup.

“Kita ingin Lapas menjadi tempat pembinaan yang benar-benar membekali warga binaan dengan kemampuan berwirausaha. Kampung Pas adalah contoh konkret bagaimana pembinaan bisa berdampak langsung ke masyarakat,” katanya.

Kampung Pas dibangun dari inisiatif warga binaan Lapas yang dikolaborasikan dengan pihak Lapas di Provinsi NTB, serta melibatkan berbagai elemen dan komunitas di Kota Mataram. Kolaborasi ini menciptakan ruang ekonomi dan sosial yang terbuka, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

Seluruh area Kampung Pas dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal. Stand-stand makanan dan minuman hadir dengan konsep sederhana, tertata rapi, dan menyuguhkan berbagai pilihan kuliner rakyat. Suasana dibuat nyaman dan ramah, sehingga cocok untuk keluarga, anak muda, hingga komunitas.

Selain kuliner, Kampung Pas juga menghadirkan hiburan live music yang rutin digelar. Kehadiran musik langsung menjadi daya tarik tersendiri, menjadikan Kampung Pas sebagai tempat bersantai sekaligus ruang ekspresi seni bagi masyarakat.

Salah seorang pengelola yang merupakan perwakilan warga binaan menyampaikan rasa bangga atas terwujudnya Kampung Pas. Ia menyebut tempat ini sebagai bukti bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang bermanfaat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kami juga bisa berkarya dan berkontribusi. Kampung Pas adalah hasil kerja bersama dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berubah menjadi lebih baik,” ujarnya.

Dari sisi fasilitas, Kampung Pas didukung dengan akses yang mudah serta ketersediaan lahan parkir yang memadai. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pengunjung yang datang bersama keluarga maupun dalam rombongan komunitas.

Lebih dari sekadar tempat nongkrong, Kampung Pas diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi warga, khususnya bagi warga binaan Lapas. Kehadirannya membuka peluang usaha baru, memperkuat kolaborasi antarwarga, dan mendorong partisipasi banyak pihak dalam pembangunan berbasis komunitas.

“Kami berharap Kampung Pas bisa menjadi contoh bagaimana ruang publik dapat dikelola secara kreatif dan berdampak sosial. Ini bukan hanya milik Lapas, tetapi milik masyarakat NTB,” tutur Gubernur Iqbal.

Bagi masyarakat Kota Mataram dan sekitarnya, Kampung Pas kini menjadi alternatif destinasi baru untuk menikmati suasana santai, sajian kuliner beragam, serta hiburan musik yang hidup. Dengan berkunjung ke Kampung Pas, pengunjung tidak hanya menikmati pengalaman berbeda, tetapi juga ikut mendukung upaya pemberdayaan dan kemandirian ekonomi warga binaan Lapas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!