Lombokvibes.com, Lombok Timur – Sebuah kapal nelayan dilaporkan terbalik setelah dihantam gelombang di perairan Kaliantan, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Insiden tersebut menyebabkan satu orang anak buah kapal (ABK) hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 17.30 WITA di perairan Kaliantan, wilayah pesisir selatan Lombok Timur. Kapal nelayan yang membawa lima orang ABK saat itu tengah dalam perjalanan pulang dari laut menuju Labuan Lombok.
Namun dalam perjalanan, kapal dihantam gelombang kuat dari arah belakang. Hantaman gelombang membuat kapten kapal kehilangan kendali hingga akhirnya kapal terbalik dan seluruh ABK tercebur ke laut di kawasan perairan Kaliantan.
Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor SAR Mataram pada Jumat, 6 Maret 2026 melalui Polairud Lombok Timur, Baidullah.
Dari lima orang yang berada di atas kapal, empat orang berhasil menyelamatkan diri. Sementara satu orang lainnya, Amirudin (50), warga asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dilaporkan hilang setelah diduga terbawa arus.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Mataram melalui Pos SAR Kayangan langsung mengerahkan tim penyelamat menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian.
Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis, mengatakan tim diberangkatkan pada Jumat pagi dengan membawa perlengkapan penyelamatan di laut.
“Tim diberangkatkan pukul 09.20 WITA menggunakan truk personel dan membawa peralatan SAR air untuk melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang,” ujar Darwis mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.
Operasi pencarian dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan. Di antaranya SAR Unit Lombok Timur, Polairud Polres Lombok Timur, Pos TNI AL Lombok Timur, Babinsa Kaliantan, Bhabinkamtibmas Kaliantan, BPBD Lombok Timur, serta masyarakat setempat.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Operasi pencarian juga dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang di perairan setempat.
Pihak SAR mengimbau para nelayan yang beraktivitas di laut untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca serta memastikan perlengkapan keselamatan saat melaut guna menghindari risiko kecelakaan di perairan.




























