Kekeringan mulai mengancam, DKP3 KLU minta petani gilir air dan perbaiki irigasi

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengaku hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait kekeringan maupun puso yang berdampak pada lahan pertanian dari para kepala UPTD di wilayah setempat.

Meski demikian, DKP3 telah menginstruksikan seluruh kepala UPTD untuk segera melaporkan apabila ditemukan kasus kekeringan atau puso yang berpotensi merugikan petani.

“Kami belum menerima laporan kekeringan dan puso dari kepala UPTD. Namun saya sudah meminta seluruh kepala UPTD untuk segera melaporkan jika ada kejadian yang berdampak bagi petani di Lombok Utara,” ujar Tresnahadi, Kepala DKP3 KLU (22/9/2026).

Menghadapi musim kemarau yang sedang berlangsung, DKP3 KLU terus mengingatkan para petani agar menggunakan air secara bijak karena debit air irigasi yang tersedia semakin terbatas.

Menurutnya, pengaturan distribusi air dilakukan melalui pekaseh, pengurus P3H (Perkumpulan Petani Pemakai Air), hingga ketua blok pengairan di masing-masing wilayah.

“Karena air terbatas, penggunaannya harus diatur dan digilir. Petani tidak bisa menggunakan air sesuka hati untuk mengairi sawahnya,” katanya.

Salah satu contoh yang disebut berhasil diterapkan berada di wilayah P3H Pelopor Gondang. Di kawasan tersebut, pengurus P3H bersama ketua blok pengairan menerapkan sistem gilir air untuk memastikan seluruh lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air di tengah musim kering.

Selain pengaturan distribusi air, pemerintah juga berupaya mengurangi kehilangan air akibat banyaknya jaringan irigasi yang rusak dan belum permanen.

Untuk itu, DKP3 KLU mengusulkan bantuan kepada Kementerian Pertanian dan mendapatkan dukungan rehabilitasi jaringan irigasi tersier untuk 40 kelompok tani.

Masing-masing kelompok menerima anggaran sebesar Rp100 juta yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok penerima tanpa melibatkan pihak ketiga.

“Perbaikan irigasi ini penting supaya air tidak banyak terbuang di tengah jalan. Karena air terbatas, maka jaringan irigasi juga harus kita benahi,” jelasnya.

Tak hanya itu, KLU juga memperoleh bantuan irigasi perpompaan untuk 23 kelompok tani, irigasi perpipaan bagi 11 kelompok, serta satu kelompok penerima bantuan embung.

Jika ditotal, nilai bantuan sektor irigasi yang diterima Kabupaten Lombok Utara dari pemerintah pusat mencapai sekitar Rp8,6 miliar.

Seluruh program tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok penerima dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air dan memperkuat ketahanan sektor pertanian menghadapi musim kemarau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!