Krisis air Gili Meno belum usai, Bupati KLU sebut proyek Beach Well tinggal tunggu izin pusat

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Krisis air bersih yang bertahun-tahun melanda Gili Meno kembali menjadi sorotan. Di tengah aksi penolakan warga terhadap PT TCN, Bupati Kabupaten Lombok Utara, Najmul Akhyar menegaskan bahwa proyek penyediaan air bersih dengan metode beach wellsebenarnya hampir rampung dan kini hanya menunggu izin dari pemerintah pusat.

Menurut Najmul, opsi pemasangan pipa bawah laut yang didorong sebagian warga tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena membutuhkan kajian teknis yang matang.

“Pemasangan pipa bawah laut itu pertimbangan teknisnya yang sangat kuat,” ujar Najmul.

Ia menjelaskan, sistem penyediaan air melalui metode beach well yang dikerjakan PT TCN saat ini telah mendekati tahap akhir.

“Sementara sistem metode beach well ini sebenarnya sudah mau selesai, tinggal menunggu izinnya saja dari pusat,” tegasnya.

Najmul mengatakan, pemerintah daerah juga harus mempertimbangkan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah daratan Lombok Utara. Pasalnya, cakupan layanan PDAM hingga kini masih terbatas.

“PDAM baru sekitar 28 persen melayani masyarakat di pinggir. Sisanya belum terlayani. Jadi ini juga menjadi pertimbangan pemerintah,” katanya.

Meski demikian, Pemkab Lombok Utara memastikan suplai air bersih untuk masyarakat dan pelaku wisata di Gili Meno tetap berjalan hingga proyek PT TCN resmi beroperasi.

“Insyaallah tetap kita lakukan sampai metode beach well beroperasi. Intinya kalau ada air, jangan sampai kita saling mengganggu,” ujarnya.

Najmul bahkan menyebut proyek tersebut sebenarnya bisa diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan apabila situasi di lapangan kondusif dan tidak ada penolakan.

“Kalau kondisi di Gili aman, tidak ada gangguan dari masyarakat, enam bulan bisa selesai. Seandainya dari dulu diberikan peluang, saya kira sudah selesai,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencari solusi atas persoalan air bersih yang telah lama membelit kawasan wisata Tiga Gili tersebut.

“Ayolah masyarakat kita bekerja sama. Pemerintah tidak mungkin tidak melayani kebutuhan air di tiga gili karena itu kebutuhan utama. Tapi kalau terus dihalangi kan susah,” tandasnya.

Sementara itu, krisis air bersih yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun di Gili Meno kembali memicu aksi protes warga. Sekitar 267 kepala keluarga atau hampir 1.000 jiwa disebut terdampak akibat sulitnya akses terhadap air layak konsumsi.

Pada Kamis (21/5), warga yang tergabung dalam Aliansi Meno Bersatu bersama WALHI NTB, Meno Lestari, dan Wanapala NTB menggelar aksi demonstrasi di pesisir Gili Meno. Massa membentangkan spanduk penolakan terhadap sistem desalinasi dan mendesak pemerintah menghadirkan pasokan air bersih melalui pipa bawah laut.

Dalam aksinya, warga membawa tulisan bertuliskan, “Kami butuh air bersih melalui pipa bawah laut atau tidak sama sekali.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!