Lombokvibes.com, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi mengajukan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 ke DPRD. Dalam dokumen strategis tersebut, pemerintah daerah memetakan arah pembangunan lima tahun ke depan dengan 30 proyek prioritas, yang menyasar sektor-sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, dan kesetaraan sosial.
Dua proyek yang paling menyita perhatian adalah pendirian perguruan tinggi negeri atau daerah di Lombok Utara serta pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) di Bayan. Keduanya menjadi simbol lompatan besar dalam peningkatan kualitas hidup dan pelayanan dasar masyarakat.
“Pembangunan perguruan tinggi akan membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Lombok Utara tanpa harus merantau jauh. Sementara RSU Bayan akan memperluas layanan kesehatan, terutama bagi warga di wilayah timur dan utara yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk berobat,” ujar Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri.
Selain dua proyek strategis tersebut, RPJMD juga mencantumkan sejumlah program pembangunan yang akan mengubah wajah daerah. Beberapa proyek prioritas lainnya meliputi:
- Mini Hospital di Gili Trawangan, untuk mendukung kebutuhan medis wisatawan dan warga lokal.
- Sport Center di Kecamatan Gangga atau Pemenang, sebagai pusat pembinaan atlet lokal dan aktivitas olahraga masyarakat.
- Revitalisasi Desa Wisata dan New Center, dalam rangka mendorong ekonomi pariwisata yang berkelanjutan.
- Islamic Center dan Gerbang Masuk KLU, sebagai landmark identitas daerah sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan budaya.
- Pengembangan pusat ekonomi baru di Teluk Nare, Koko Putek, dan Agrowisata Gemilang untuk mendongkrak sektor UMKM dan pertanian modern.
- Pendidikan kesetaraan untuk perempuan usia di atas 25 tahun, serta beasiswa pendidikan lanjutan untuk anak perempuan dari keluarga kurang mampu.
Disebutkan, Proyek-proyek ini merupakan bagian dari lima program unggulan daerah, seperti “KLU Cerdas” untuk penguatan SDM, “KLU Membangun” di sektor infrastruktur, serta “KLU Sejahtera” yang mendorong inklusi sosial dan kesetaraan gender.
RPJMD KLU 2025–2029 disusun dengan merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025, serta selaras dengan arah pembangunan provinsi dan nasional. Visi yang diusung, “Bersatu untuk Kabupaten Lombok Utara Semakin Maju”, menjadi landasan untuk membangun daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis sains.
Wakil Bupati menegaskan, setiap proyek dirancang dengan indikator kinerja yang terukur dan waktu pelaksanaan yang jelas. Pemerintah juga memastikan keterlibatan aktif masyarakat dan sinergi lintas sektor dalam mewujudkan proyek-proyek ini.
“RPJMD ini bukan hanya peta jalan pembangunan, tetapi komitmen nyata kami untuk membawa perubahan besar di Lombok Utara. Kami ingin rakyat merasakan manfaatnya secara langsung,” tegasnya.
Dengan 30 proyek prioritas yang telah disusun, Lombok Utara menatap lima tahun ke depan dengan optimisme. Transformasi infrastruktur dan pelayanan publik diharapkan menjadi fondasi menuju daerah yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.

































