Lombok Utara kini punya kantor UPTD PPA, Bupati Najmul: Perlindungan perempuan dan anak jadi fondasi masa depan KLU

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui peresmian kantor baru Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), Jumat, 9 Januari 2026. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., sebagai langkah strategis dalam membangun kualitas sosial dan moral masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Najmul menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter serta masa depan generasi muda.

“Sebagai satu langkah yang strategis dalam rangka memperbaiki KLU dari segala sisi. Pembangunan Lombok Utara tidak hanya berfikir soal fisik, berfikir soal gedung, akan tetapi pembangunan moral masyarakat KLU juga sangat penting,” ujar Bupati.

Ia menyoroti tingginya angka perkawinan anak sebagai persoalan serius yang harus segera diputus mata rantainya. Menurutnya, anak-anak hari ini adalah wajah masa depan Lombok Utara.

“Anak-anak yang menikah di usia dini hari ini merupakan warna masa depan Lombok Utara. Jika angka perkawinan anak tetap tinggi, kita akan dihadapkan pada siklus persoalan sosial yang jauh lebih besar di masa depan,” tegasnya.

Bupati Najmul menyebut UPTD PPA memiliki peran sangat strategis sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan persoalan perempuan dan anak. Dengan adanya gedung baru ini, ia berharap UPTD PPA tidak hanya menjadi tempat pelayanan administratif, tetapi juga pusat pemikiran dan pengambilan keputusan strategis jangka panjang.

“Saya berharap kawan-kawan di PPA, dengan adanya gedung ini tidak hanya menyelesaikan masalah sebagaimana rutinitas setiap hari, tetapi gedung ini dijadikan sebagai tempat diskusi dalam mencari persoalan jangka waktu yang panjang. Undang tokoh-tokoh agama, tokoh adat, siapa yang menjadi hakim penilaian, tempat mengambil keputusan final,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa fasilitas gedung yang representatif harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun dialog konstruktif dengan seluruh elemen masyarakat.

“Dengan fasilitas gedung yang representatif, tersedianya sekretariat, serta ruang diskusi yang memadai, saya berharap tempat ini menjadi pusat solusi. Manfaatkanlah gedung ini untuk berdialog dengan tokoh masyarakat guna membedah berbagai persoalan, serta pastikan setiap kegiatan di sini bersifat produktif bagi perlindungan anak-anak kita,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Lombok Utara, Faturahman, S.T., menjelaskan bahwa pembangunan kantor UPTD PPA ini merupakan bantuan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

“Ini merupakan DAK pertama di Kementerian PPA, dan Lombok Utara satu-satunya di Nusa Tenggara Barat yang memperoleh DAK Fisik untuk pembangunan kantor UPTD PPA. Kedepannya kita akan berjuang untuk mendapatkan kantor Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC),” jelas Faturahman.

Ia memaparkan bahwa total anggaran pembangunan kantor UPTD PPA mencapai sekitar Rp1,9 miliar. Rinciannya, Rp1,6 miliar dialokasikan untuk pembangunan konstruksi fisik gedung dan Rp300 juta untuk pengadaan perlengkapan furnitur atau mebel kantor.

Menurutnya, pemberian bantuan ini merupakan bentuk apresiasi Kementerian PPPA terhadap kinerja UPTD PPA Lombok Utara yang dinilai sangat proaktif dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kementerian PPPA mencatat efektivitas KLU dalam pelaporan data tindak kekerasan secara cepat dan akurat melalui aplikasi Simfoni,” ungkapnya.

Selain itu, kondisi sosial ekonomi daerah juga menjadi salah satu pertimbangan penting. Tingkat kemiskinan yang masih relatif tinggi di Lombok Utara membuat daerah ini diprioritaskan untuk memperoleh penguatan sarana perlindungan sosial, termasuk melalui pembangunan gedung UPTD PPA.

Peresmian kantor baru ini menandai babak baru penguatan sistem perlindungan perempuan dan anak di Lombok Utara. Tidak hanya sebagai simbol hadirnya negara dalam melindungi kelompok rentan, tetapi juga sebagai pusat gerakan kolektif untuk membangun generasi yang lebih aman, bermartabat, dan berkualitas di masa depan.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *