Lombokvibes.com, Lombok Utara– Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah kembali melelang sejumlah paket proyek tahun anggaran 2025.
Proses lelang ini merupakan tahap ketiga sekaligus terakhir untuk anggaran murni tahun 2025, dengan target penyelesaian hingga akhir bulan ini.
Kepala Bagian PBJ Setda Lombok Utara, Saiful Bahri, mengatakan terdapat delapan paket proyek yang tengah dilelang dalam tahap ini. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan jalan lingkungan Dusun Gili Air, pembangunan jalan lingkungan Dusun Gili Meno, peningkatan ruas jalan Gondang–Lonang, optimalisasi jaringan pipa SPAM Kayangan, penataan ruang terbuka hijau (RTH) Desa Menggala, peningkatan jalan Salut Barat, pembangunan ruang kelas baru SDN 1 Pemenang Timur, serta pembangunan sanggar di Lapangan Kayangan.
“Ini merupakan lelang terakhir di anggaran murni 2025. Setelah ini akan dilanjutkan pada anggaran perubahan nanti,” ujar Saiful di Tanjung, Senin (11/9/2025).
Saiful menjelaskan, delapan proyek tersebut berasal dari tiga organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora), serta Dinas Pariwisata.
Nilai proyek yang dilelang bervariasi, mulai dari Rp 1,4 miliar hingga Rp 5 miliar. Di antaranya, pembangunan jalan lingkungan Gili Air senilai Rp 5 miliar, jalan Gili Meno Rp 4,4 miliar, peningkatan ruas jalan Gondang–Lonang Rp 1,9 miliar, optimalisasi SPAM Kayangan Rp 2,9 miliar, penataan RTH Menggala Rp 2,2 miliar, peningkatan jalan Salut Barat Rp 2,4 miliar, pembangunan ruang kelas baru SDN 1 Pemenang Timur Rp 1,4 miliar, dan pembangunan sanggar di Lapangan Kayangan Rp 1,5 miliar.
Saiful menuturkan, seluruh paket tersebut telah tampil di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Lombok Utara. Penyedia jasa kini sudah dapat mengunduh dokumen lelang serta mengikuti tahapan penjelasan pekerjaan.
“Kita perkirakan proses hingga kontrak selesai sekitar tanggal 25 Agustus ini,” kata dia.
Ia menambahkan, pihaknya optimis proses lelang dan pelaksanaan fisik proyek dapat selesai tepat waktu. Hal itu mengingat sebagian besar pekerjaan berupa pembangunan dan peningkatan jalan, yang tidak membutuhkan waktu pengerjaan panjang.
“Kami optimistis delapan paket ini akan selesai sesuai jadwal. Untuk pekerjaan bangunan, waktu pengerjaannya diperkirakan sekitar empat bulan,” ujar Saiful.
Sementara itu, untuk paket proyek yang akan dilelang pada APBD Perubahan 2025, Saiful menyebut pihaknya masih menunggu finalisasi rancangan kontrak dari masing-masing OPD. PBJ akan menyesuaikan jadwal lelang dengan ketersediaan waktu pelaksanaan di lapangan.
“Kalau waktu pelaksanaannya tidak memungkinkan, tentu tidak akan kami tender,” tegasnya.
Menurut Saiful, setiap dinas juga akan mempertimbangkan jenis pekerjaan dan estimasi waktu pelaksanaan sebelum mengusulkan proyek pada anggaran perubahan, mengingat periode pelaksanaan yang relatif singkat.




























