Lombokvibes.com, Lombok Utara – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Salah satunya melalui program bantuan benih padi gogo dari pemerintah pusat yang baru saja diterima sebanyak 16,9 ton.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU, Tresnahadi, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut telah dialokasikan untuk tiga kecamatan, yakni Gangga, Kayangan, dan Bayan.
“Total benih yang diterima sebanyak 16,9 ton. Seluruhnya sudah kita distribusikan sesuai dengan luas lahan yang telah ditentukan,” Jelasnya Sabtu (27/9/2025).
Menurut Tresnahadi, benih padi gogo ini akan ditanam di lahan seluas 845 hektare. Setiap hektare mendapatkan jatah 20 kilogram benih lengkap dengan obat-obatannya agar kualitas tanam tetap terjaga.

“Selain benih, kita pastikan juga petani menerima paket pendukung berupa obat-obatan agar proses penanaman bisa optimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa distribusi bantuan benih padi gogo ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional yang berbasis daerah. Kabupaten Lombok Utara menjadi salah satu wilayah penerima karena memiliki potensi lahan kering yang cukup luas untuk pengembangan padi gogo.
“Padi gogo ini memang cocok ditanam di lahan kering, apalagi di kawasan utara Lombok yang masih banyak memanfaatkan lahan tadah hujan. Dengan adanya bantuan ini, kita berharap bisa meningkatkan produksi pangan lokal serta mengurangi ketergantungan pada beras impor,” tambahnya.
Rencananya, benih padi gogo tersebut akan mulai ditanam pada musim hujan mendatang. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan pendampingan teknis bagi kelompok tani penerima agar program ini berjalan sesuai target.
“Kami akan menurunkan penyuluh untuk mendampingi petani dari awal penanaman hingga panen nanti, agar hasilnya bisa maksimal,” kata Tresnahadi.
Pihaknya optimistis, dengan adanya program ini, hasil panen padi gogo dapat menambah stok pangan daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di Lombok Utara. “Kita berharap produksi padi gogo bisa mendukung kebutuhan lokal sekaligus menjadi penyangga ketahanan pangan regional,” tutupnya.
Program ini mendapat apresiasi dari sejumlah kelompok tani di Lombok Utara. Mereka menilai bantuan benih padi gogo bukan hanya meringankan beban biaya tanam, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan hasil produksi meskipun lahan yang tersedia sebagian besar adalah lahan kering.



































