Lombokvibes.com, Lombok Utara – Dalam suasana santai namun penuh makna, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH menggelar kegiatan “Ngopi Bareng” bersama seluruh insan pers Lombok Utara di Anema Hotel, Desa Sigar Penjalin, Jumat (3/10/2025).
Acara yang diinisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lombok Utara ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Pj. Sekda Lombok Utara Sahabuddin, S.Sos., M.Si, Kadis Kominfo Hairul Anwar, S.Kom, Kepala BKAD Malasiswadi, S.Kom, Inspektur Inspektorat Herianto, S.P., serta Kepala Bappeda Ir. Hermanto. Beberapa jurnalis dari berbagai media lokal juga turut hadir.
Melalui kegiatan tersebut, Bupati Najmul menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam menyebarkan informasi pembangunan yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat. Ia menyebut media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik sekaligus menjadi garda terdepan dalam menangkal berita bohong atau hoaks.
“Media adalah mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan sekaligus menangkal hoaks,” ujar Najmul.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, peran wartawan semakin penting sebagai filter dan validator berita. Ia juga mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial.
“ASN juga punya tanggung jawab literasi, jangan asal sebar. Pastikan dulu kebenarannya,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Najmul juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem keterbukaan informasi publik dan mempermudah media dalam mengakses data yang akurat.
Ia juga mengimbau para kepala OPD untuk lebih terbuka terhadap jurnalis dan tidak menutup diri dari komunikasi publik. “Konfirmasi dan klarifikasi adalah kunci agar tidak ada bias dalam pemberitaan. Pemerintah harus terbuka terhadap media,” ujarnya.
Selain memperkuat komunikasi kelembagaan, Najmul juga menyoroti perlunya pelibatan wartawan dalam peningkatan literasi masyarakat. Ia menilai, perspektif media yang kritis dan membangun sangat dibutuhkan untuk memperkaya diskursus publik di Lombok Utara.
“Pers yang kritis bukan berarti berseberangan. Justru itu bagian dari fungsi kontrol untuk kemajuan daerah,” tambahnya.
Acara “Ngopi Bareng” ini diakhiri dengan kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah dan insan pers untuk terus memperkuat kolaborasi dalam penyebaran informasi pembangunan serta meningkatkan literasi publik di Lombok Utara.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan media—sebuah langkah nyata menuju sinergi komunikasi yang lebih transparan, informatif, dan berorientasi pada kemajuan daerah.



































