NTB-Sulsel sepakat kerjasama, dari pariwisata, pertanian hingga UMKM 

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Mataram— Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi mengakselerasi kerja sama lintas sektor dalam momentum kunjungan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ke Pendopo Gubernur NTB. 

Pertemuan yang berlangsung hangat ini tak hanya menegaskan kedekatan historis kedua daerah, tetapi juga membuka babak baru kolaborasi strategis dari bawang Bima hingga destinasi Mandalika.

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal menyambut langsung kehadiran rombongan Sulsel yang terdiri dari jajaran Forkopimda, bupati/wali kota, hingga Ketua TP PKK. Ia menegaskan bahwa hubungan dua provinsi ini sejak lama ditautkan oleh migrasi, jaringan perdagangan laut, hingga persaudaraan budaya.

“Secara geografis kita terpisah laut, tapi secara batin jaraknya tidak ada,” ujarnya dengan penuh keakraban. 

Ia mengingatkan sejarah panjang perpindahan warga NTB ke Palopo, Luwu Utara hingga Mamuju yang sejak dulu membangun ikatan erat dengan masyarakat Bugis dan Makassar.

Gubernur Iqbal menggambarkan karakteristik NTB sebagai wilayah dua pulau besar dengan kekayaan budaya Samawa dan Mbojo/Dompu yang punya garis historis kuat dengan Sulsel. Pada aspek pariwisata dan pertanian, ia menekankan Lombok sebagai salah satu kawasan paling subur di Indonesia—mulai lereng Rinjani, kawasan Sembalun, Gili Trawangan hingga Mandalika.

“Dalam satu hari, wisatawan bisa menikmati pantai selatan Mandalika, lanjut ke Gili, lalu naik ke Sembalun melihat Rinjani. Kerja pun serasa liburan,” ucapnya.

Tak lupa, Iqbal mengajak rombongan untuk mendorong ekonomi lokal. “Jangan lupa beli oleh-oleh supaya UMKM kita tersenyum. Nanti karier naik, rezeki banyak—tapi istri tetap satu,” selorohnya disambut gelak tawa.

Dari pihak Sulsel, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan kedekatan emosional masyarakat Sulsel dengan warga Dompu, Bima, dan Sumbawa. Ia secara khusus memuji kualitas bawang Bima yang menurutnya sejajar dengan bawang Brebes sebagai bibit terbaik di Indonesia.

“Bawang Bima ini luar biasa. Saya pernah ajak petani Bima ke Sulsel, dan etos kerjanya memang tak pernah menyerah,” ungkapnya.

Ia juga memaparkan rencananya mengembangkan pusat kerajinan dan kuliner khas Sulsel yang terinspirasi dari mal kerajinan NTB. Timnya telah melakukan studi langsung untuk belajar konsep pengelolaannya dan akan menerapkannya dengan prinsip Amati, Tiru, Modifikasi.

Menurutnya, sinergi antar-daerah menjadi kunci memperkuat pariwisata domestik sebelum menargetkan pasar mancanegara. Sulsel tengah bersiap menjadi tuan rumah Hari Kesatuan Gerak PKK dan kegiatan Dekranasda tingkat nasional yang akan melibatkan berbagai provinsi, termasuk NTB.

“Kalau nanti Gubernur NTB berkunjung, kami siap antar ke destinasi unggulan, termasuk Pulau Tinaboh yang berprestasi internasional. Di sana wisatawan bisa kasih makan baby shark langsung dari pantai,” ujarnya penuh antusias.

Pertemuan ini mempertegas kesepahaman bersama bahwa kolaborasi NTB–Sulsel bukan sekadar kedekatan geografis atau budaya, tetapi langkah konkret untuk memperkuat jejaring pertanian, terutama komoditas unggulan seperti bawang dan beras, konektivitas pariwisata, pengembangan pusat UMKM, dan pemanfaatan event olahraga termasuk Sirkuit Mandalika.

Di akhir acara, kedua gubernur saling mendoakan agar persahabatan kedua daerah semakin erat dan menghasilkan lebih banyak program strategis yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat NTB dan Sulsel.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *