Lombokvibes.com, Lombok Timur – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meresmikan Gedung Perpustakaan Kantor Desa Danger, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (18/1/2026).
Peresmian ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi titik awal penguatan literasi anak-anak desa sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan permodalan UMKM dan ketahanan pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyatakan komitmennya untuk menyumbangkan 100 buku bagi anak-anak Desa Danger. Ia menegaskan bahwa esensi sebuah bangunan tidak terletak pada kemegahan fisiknya, melainkan pada manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Yang terpenting dari sebuah bangunan bukanlah megahnya, tetapi niat dan manfaatnya bagi masyarakat. Karena itu, perpustakaan ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi anak-anak. Insya Allah, saya akan menyumbangkan 100 buku untuk anak-anak dan membantu sarana pendukung agar tempat ini menjadi ruang belajar yang nyaman,” ujar Lalu Muhamad Iqbal.
Menurutnya, perpustakaan harus menjadi ruang hidup yang aktif, bukan sekadar bangunan diam. Ia mendorong agar perpustakaan Desa Danger dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat kegiatan literasi, ruang belajar anak-anak, serta tempat edukasi masyarakat.
Gubernur juga berharap perpustakaan ini bisa dimanfaatkan oleh para kader Posyandu sebagai ruang sosialisasi dan edukasi kesehatan masyarakat. Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, siap membantu melengkapi fasilitas sederhana agar perpustakaan benar-benar berfungsi optimal dan menjadi pusat aktivitas warga.
“Perpustakaan ini bisa menjadi tempat berkumpul, belajar, berdiskusi, bahkan menjadi ruang sosialisasi bagi kader Posyandu. Kita ingin bangunan ini hidup dan bermanfaat setiap hari,” katanya.
Tak hanya fokus pada literasi, Gubernur NTB juga menunjukkan komitmen kuat terhadap penguatan ekonomi desa. Ia mengumumkan penempatan dana sebesar Rp100 juta melalui BPR NTB untuk mendukung permodalan masyarakat Desa Danger.
“Karena itu, saya akan menempatkan dana sebesar Rp100 juta melalui BPR NTB untuk mendukung permodalan masyarakat. Dana ini diperuntukkan bagi UMKM dan ketahanan pangan, seperti usaha kecil, perdagangan, maupun peternakan ayam. Seluruh biaya administrasi, bunga, dan asuransi akan disubsidi sehingga masyarakat dapat meminjam tanpa beban bunga,” tegasnya.
Ia menambahkan, mekanisme penyaluran pembiayaan akan dibuat sederhana dan mudah, serta dikoordinasikan langsung oleh pemerintah desa agar tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Kita ingin prosesnya mudah, cepat, dan tepat sasaran. Pemerintah desa akan menjadi kunci dalam memastikan siapa saja yang layak mendapatkan pembiayaan ini,” tambahnya.
Gubernur juga mengapresiasi kepedulian Kepala Desa Danger terhadap pembangunan yang berpihak pada kemandirian warga. Menurutnya, pembangunan fisik semata tidak akan bermakna tanpa dibarengi dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan tidak cukup hanya membangun gedung. Yang jauh lebih penting adalah membangun kemandirian dan produktivitas masyarakatnya,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Gubernur NTB juga menyatakan akan membantu pembangunan gedung serbaguna desa serta memberikan dukungan modal awal untuk pembentukan koperasi kader Posyandu. Koperasi ini diharapkan menjadi wadah usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan para kader sekaligus masyarakat sekitar.
“Kita ingin kader Posyandu tidak hanya berperan di bidang kesehatan, tetapi juga memiliki kekuatan ekonomi melalui koperasi yang produktif,” kata Gubernur.
Peresmian perpustakaan ini pun menjadi simbol kolaborasi antara peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui literasi dan penguatan ekonomi rakyat melalui UMKM dan koperasi. Dua sektor ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya saing.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur M. Juaini Taofik, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika NTB Ahsanul Khalik, Kepala Bakesbangpoldagri NTB Surya Bahari, Pelaksana Tugas Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda NTB Hubaidi, serta Ketua Baznas NTB Lalu Muhammad Iqbal.
Dengan diresmikannya Perpustakaan Desa Danger dan berbagai komitmen nyata yang disampaikan Gubernur, desa ini diharapkan menjadi contoh bagaimana pembangunan berbasis literasi dan ekonomi kerakyatan dapat berjalan beriringan. Dari buku hingga modal usaha, dari ruang baca hingga koperasi, semuanya dirancang untuk satu tujuan besar: membangun masyarakat desa yang cerdas, mandiri, dan sejahtera.




























