Progres 30 persen, POB Lombok Utara siap jadi ikon astronomi dan wisata religi NTB

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Pembangunan Pusat Observasi Bulan (POB) di Dusun Onggong, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga akhir September ini, progres fisik sudah mencapai 30 persen. Pembangunan POB  sendiri ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025 mendatang.

Pembangunan POB ini sebelumnya diawali dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, pada 13 Agustus 2025 lalu. 

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati  menyampaikan rasa syukur sekaligus optimismenya terhadap pembangunan ini.

“Alhamdulillah, Lombok Utara terpilih sebagai satu-satunya lokasi pembangunan Pusat Observasi Bulan di Bali-Nusra. Ini akan memberi dampak besar, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tapi juga edukasi dan wisata religi,” ujarnya.

POB yang berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi dengan bangunan utama 165 meter persegi ini akan dilengkapi menara setinggi 30 meter untuk pemantauan hilal. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp1,2 miliar.

  • 2b0fbb7d-fa28-4e46-aa5b-05482e83266a

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Lombok Utara, H. Suparlan, yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) POB, menyebut pembangunan berjalan relatif cepat. Ia menekankan pentingnya dukungan semua pihak agar POB ini memberi manfaat luas.

“Kalau POB biasanya hanya ada di Bali atau kota-kota besar, sekarang Lombok Utara bisa memilikinya. Ini yang kelima di Indonesia, dan kami ingin menjadikannya bukan hanya pusat observasi bulan, tetapi juga pusat edukasi astronomi, pariwisata religi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya kepada Lombokvibes.com (26/9/2025).

Suparlan menambahkan, kawasan POB nantinya akan dikembangkan menjadi destinasi terpadu. Selain fungsi utama observasi bulan, lokasi ini juga dirancang memiliki taman baca, UMKM, koperasi, hidroponik, hingga pusat kegiatan Pramuka. 

Ia bahkan mengusulkan agar disiapkan miniatur Kakbah sebagai sarana manasik haji, sehingga pengunjung bisa belajar sekaligus berolahraga.

“Konsepnya harus terintegrasi. Setiap perayaan hari besar keagamaan, kegiatan pemantauan hilal bisa menjadi magnet wisata religi. Pejabat dari kabupaten lain, bahkan provinsi lain, akan datang ke sini. Kita juga bisa lakukan siaran langsung, sehingga gaungnya lebih luas,” tambahnya.

Kepala Desa Teniga, Muhammad Yusuf, menyambut baik pembangunan tersebut. Menurutnya, keberadaan POB akan memberi nilai tambah bagi desanya, tidak hanya dalam aspek keagamaan tetapi juga pendidikan dan pariwisata.

“Sebagai kepala desa, saya merasa bangga. Semoga ini menjadi langkah maju bagi Desa Teniga dan membawa dampak positif bagi perkembangan ilmu astronomi, pariwisata, serta pendidikan di daerah kami,” ucapnya.

Jika sesuai target, Lombok Utara akan segera menjadi salah satu pusat pengamatan bulan paling representatif di Indonesia. Keberadaannya diharapkan tidak hanya memperkuat syiar keagamaan, tetapi juga membuka peluang baru bagi wisata religi dan ekonomi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!