Retak-retak di gerbang Islamic Center Tanjung, DPRD KLU soroti dugaan kegagalan struktur proyek Rp800 juta

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Kerusakan pada bagian bawah bangunan gerbang (gapura) Islamic Center Masjid Agung Baiturrahman Tanjung di jalur akses utama menuai sorotan. Retakan dan lepasnya finishing pada bagian pondasi gerbang dinilai perlu segera ditindaklanjuti untuk memastikan tidak terjadi kegagalan struktur yang membahayakan pengguna jalan.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Utara, M. Indra Darmaji Asmar, meminta pihak teknis, khususnya Dinas PUPR KLU, turun langsung mengecek kondisi bangunan tersebut. Menurutnya, perlu dipastikan apakah kerusakan yang terjadi hanya pada lapisan finishing atau sudah menyentuh struktur utama.

“Pihak dinas PUPR harus sigap menyikapi hal-hal seperti ini. Harus betul-betul dicek apakah kerusakan itu diakibatkan oleh kegagalan struktur atau hanya kerusakan pada finishing ornamen,” ujar Darmaji, (10/4/2026).

Darmaji menekankan, posisi bangunan gerbang berada di pinggir jalan akses utama sehingga faktor keamanan harus menjadi prioritas. Pemeriksaan menyeluruh dinilai penting untuk memastikan kekuatan konstruksi tetap aman bagi masyarakat.

“Bangunan gerbang Islamic Center ini berada di pinggir jalan akses utama, maka harus betul-betul dipastikan faktor keamanan kekuatan strukturnya. Kalau kerusakannya hanya di finishing, mohon segera diperbaiki mumpung masih masa pemeliharaan,” tegasnya.

Darmaji juga menyoroti nilai proyek pembangunan pintu gerbang Islamic Center yang disebut mencapai sekitar Rp800 juta. Ia mengaitkan kerusakan yang muncul dengan pola pengerjaan proyek di akhir tahun anggaran yang kerap dilakukan secara terburu-buru.

“Untuk sama-sama kita ketahui proyek pintu gerbang Islamic Center ini anggarannya 800 juta dan dikerjakan di akhir tahun. Makanya begini hasilnya kalau proyek dikerjakan lembur di akhir tahun,” katanya.

Menurutnya, pola eksekusi anggaran yang menumpuk di penghujung tahun berpotensi menurunkan kualitas pekerjaan konstruksi. Karena itu, Komisi III DPRD KLU selama ini terus mendorong pemerintah daerah agar percepatan pelaksanaan proyek dilakukan sejak awal tahun.

“Makanya kami dari Komisi III selalu mengingatkan kepada pemda untuk segera mengeksekusi anggaran, khususnya pembangunan gedung, supaya tidak menunggu akhir tahun dalam rangka meningkatkan kualitas pembangunan yang maksimal,” ujarnya.

Ia berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi teknis sekaligus perbaikan jika kerusakan hanya pada bagian finishing. Langkah cepat dinilai penting mengingat proyek masih dalam masa pemeliharaan sehingga tanggung jawab perbaikan masih berada pada pihak pelaksana.

Sementara itu, D-PUPR KLU belum memberikan statement resmi hingga saat berita ini dimuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!