Lombokvibes.com, Lombok Utara — Pemerintah daerah memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam kondisi aman bahkan berlebih. Data populasi ternak menunjukkan jumlah sapi dan kambing jauh melampaui kebutuhan pemotongan kurban tahunan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Lombok Utara, Tresnahadi, menyebut populasi ternak di daerah tersebut sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Jadi ketersediaan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026 ini insyaallah kita masih lebih dari cukup. Kalau kita lihat data populasi sapi di KLU, jumlahnya sekitar 68.400 ekor. Kalau kambing sekitar 36 ribu ekor. Jadi kalau masalah kesiapan hewan kurban ya kita sangat siap, bahkan kita siap berlebih,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan jumlah pemotongan hewan kurban tahun sebelumnya, kebutuhan masyarakat relatif kecil. Pada 2025, laporan pemotongan hewan kurban yang masuk ke dinas mencatat sapi sebanyak 630 ekor, terdiri dari 627 jantan dan 3 betina. Sementara kambing tercatat 712 ekor, terdiri dari 710 jantan dan 2 betina. Untuk domba, tidak ada laporan pemotongan.
“Kalau kita bandingkan data tahun 2025 jumlah hewan kurban dengan populasi yang sampai 68 ribu, ya sangat lebih sekali jumlah sapi kita di KLU. Begitu juga dengan kambing,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah menegaskan tidak ada kekhawatiran terhadap ketersediaan hewan kurban tahun ini. Meski demikian, pengawasan kesehatan ternak tetap menjadi prioritas untuk memastikan hewan yang dipotong memenuhi syariat dan standar kesehatan.
Tresnahadi mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hewan kurban di seluruh kecamatan, termasuk di lokasi penjualan hingga saat hari penyembelihan.
“Kita tidak khawatir dengan ketersediaan hewan kurban kita. Seperti tahun-tahun sebelumnya kami akan mengecek hewan ternak yang akan dijadikan hewan kurban. Kita cek di masing-masing kecamatan di tempat penjualan, kita cek kesehatan mereka, kemudian umur apakah sesuai dengan syariat agama,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan sebelum penjualan, tetapi juga saat hari pelaksanaan kurban. Petugas akan diturunkan untuk memastikan kondisi hewan sebelum dan setelah penyembelihan.
“Kami akan menugaskan petugas di masing-masing kecamatan untuk melakukan pengecekan di tempat penjual termasuk saat hari H. Sebelum disembelih kita cek kesehatannya, kemudian setelah disembelih juga kita akan cek,” tegasnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban di Lombok Utara memenuhi persyaratan kesehatan dan syariat, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban tahun ini.




























