Terima gelar Manggala Bhumi, Gubernur NTB komit lawan kemiskinan dan jaga Rinjani dari proyek pengrusakan

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Barat– Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal resmi menerima gelar kehormatan Manggala Bhumi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Majelis Adat Sasak (MAS) pada Festival Budaya Lombok Mirah Sasak Adi dan Milad ke-30 MAS di D’Golong Narmada, Rabu (10/12/2025).

Gelar tersebut dinilai bukan sekadar penghormatan adat, tetapi amanah besar yang melekat pada kepemimpinan Gubernur dalam menjaga martabat, budaya, hingga masa depan masyarakat NTB.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa gelar Manggala Bhumi bukan hanya simbol kebudayaan Sasak, melainkan mandat untuk mengayomi seluruh masyarakat NTB. 

Ia menekankan bahwa nilai-nilai dasar masyarakat Sasak—tindih, maliq, dan mereng—harus menjadi moral kompas dalam memimpin dan menyelesaikan persoalan besar provinsi, terutama kemiskinan.

Menurutnya, kemiskinan ekstrem masih menjadi musuh bersama. NTB, ujarnya, masih berada dalam jajaran 12 provinsi termiskin di Indonesia. 

Melalui kepemimpinan berkarakter dan solidaritas kolektif seluruh pihak, Gubernur menargetkan 106 desa kemiskinan ekstrem di NTB dapat tuntas pada tahun 2029.

”Kita targetkan 0 desa miskin di 2029,” ujarnya.

Ia menjelaskan, nilai tindih, maliq, dan mereng bukan hanya filosofi adat, tetapi karakter kerja masyarakat Sasak: kejujuran yang teguh, integritas yang bersandar pada kepentingan bersama, serta kerendahan hati yang disertai kekuatan menjaga kebenaran dan martabat. Nilai-nilai inilah, menurutnya, yang menjadi syarat moral untuk merawat Pulau Lombok yang kaya potensi, namun membutuhkan karakter kuat untuk menjaganya.

Dukungan terhadap kepemimpinan Gubernur Iqbal juga disampaikan Pengerakse Agung MAS, Sajim Sastrawan. 

Ia mengajak masyarakat Sasak bersatu dan mendukung langkah Gubernur dalam mewujudkan NTB yang makmur dan mendunia. 

Menurutnya, persatuan masyarakat adat akan memperkuat ikhtiar membangun daerah secara berkelanjutan.

Momentum penerimaan gelar tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Deklarasi Gunung Rinjani yang dilakukan Gubernur NTB bersama perwakilan DPRD NTB, bupati/wali kota se-Pulau Lombok, Rektor UIN Mataram, serta perwakilan Rektor Universitas Mataram. 

Deklarasi itu merupakan komitmen kolektif untuk menjaga nilai ekologis Rinjani, menolak segala bentuk perusakan lingkungan, serta memperkuat status Rinjani sebagai Global Geopark dan Cagar Biosfer UNESCO.

Deklarasi tersebut juga menegaskan penguatan lembaga adat lingkar Rinjani serta kemitraan antarpemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat secara multisektoral. Pemerintah se-Pulau Lombok didorong mengelola kawasan Rinjani secara kolaboratif, adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan sebagai bentuk penghormatan terhadap Rinjani sebagai kemali beleq, simbol kultural dan spiritual masyarakat Sasak.

Dengan gelar Manggala Bhumi, komitmen memberantas kemiskinan, dan tekad memperkuat pelestarian Rinjani, Gubernur NTB menegaskan arah kepemimpinan yang tidak hanya berakar pada budaya, tetapi juga berpijak pada masa depan NTB yang inklusif, berdaya, dan berkelanjutan.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *