Lombokvibes.com, Lombok Utara— Kondisi salah satu tiang pancang di ujung Jetty Dermaga Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara (KLU), dilaporkan ambrol dan diduga terlepas hingga berada di dasar laut. Temuan ini memicu kekhawatiran terkait keamanan dan kekuatan konstruksi dermaga apung yang menjadi akses penting transportasi wisata di kawasan Tiga Gili.
Anggota Komisi II DPRD KLU, H. M. Taufik, meminta pemerintah daerah melalui OPD terkait segera turun melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kondisi Jetty Gili Meno agar kerusakan tidak semakin parah.
“Dinas harus turun inspeksi, mengecek kondisi dermaga Jetty. Saya kaget ketika secara tidak sengaja melihat satu tiang pancang di ujung Jetty terlepas dan tidak lagi menahan dermaga apung,” ujar Taufik, Kamis (14/5/2026).
Mantan Kepala Desa Gili Indah dua periode itu mengaku menemukan kondisi tersebut saat berkunjung ke Gili Meno untuk bersilaturahmi. Perhatiannya langsung tertuju pada salah satu tiang pancang yang menjadi penyangga utama floating dock Jetty Gili Meno.
Menurutnya, tiang pancang tersebut diduga sudah ambrol dan berada di dasar laut. Ia belum mengetahui secara pasti penyebab kerusakan itu, namun menduga faktor tekanan air laut serta korosi pada konstruksi menjadi penyebab utama.
Taufik mengingatkan, hilangnya satu tiang pancang di bagian ujung jetty dapat mempengaruhi kekuatan struktur dan fungsi dermaga secara keseluruhan jika tidak segera ditangani.
“Karena proyek ini sudah diserahkan ke daerah, maka tanggung jawab pemeliharaan ada di kabupaten. Kerusakan sekecil apa pun pada sarana vital pelabuhan harus cepat diatensi agar tidak memperburuk fungsi Jetty secara keseluruhan,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan KLU V Kecamatan Pemenang, Taufik juga mendorong pemerintah daerah melakukan asesmen rutin terhadap sarana dan prasarana pelabuhan, termasuk mengecek bagian-bagian kecil yang berpotensi rusak akibat paparan air laut.
Ia menilai, perawatan fasilitas pelabuhan sangat penting untuk mendukung keamanan transportasi laut sekaligus menjaga kenyamanan wisatawan yang datang ke kawasan Gili.
“Kami juga meminta agar prasarana pendukung di area pelabuhan mulai dipikirkan oleh daerah. Program yang mendukung keamanan transportasi tentu berdampak pada kenyamanan berwisata maupun upaya daerah dalam menarik PAD sektor pariwisata,” tandasnya.




























