Sports  

Trofi liga 4 NTB dinilai mirip turnamen kampung, Ultras Dayan Gunung surati Asprov PSSI NTB hingga Gubernur: Minta audit total Liga 4 zona NTB

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Polemik trofi Liga 4 Zona NTB kini melebar. Kelompok suporter Ps Daygun, yakni Ultras Dayan Gunung menyatakan sikap resmi dengan akan melayangkan surat kepada Asprov PSSI NTB, KONI NTB, hingga Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk protes sekaligus desakan agar penyelenggaraan Liga 4 Zona NTB dievaluasi menyeluruh, terutama terkait standar penghargaan yang dinilai tidak sepadan dengan kompetisi resmi tingkat provinsi.

Ketua Suporter Daygunner, Marianto, SH, menegaskan pihaknya tidak mempersoalkan nilai materi hadiah, melainkan simbol penghargaan yang diberikan kepada atlet.

“Kami kecewa bukan karena pialanya, tetapi karena gelaran sekelas Liga 4 Zona NTB justru menghadirkan piala yang menurut kami tidak layak dan tidak mencerminkan gengsi kompetisi resmi. Secara simbolik, ini bentuk penghargaan kepada atlet. Itu yang kami soroti,” tegas Marianto, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, Liga 4 merupakan bagian dari sistem kompetisi resmi di bawah naungan PSSI, sehingga seluruh aspek penyelenggaraan semestinya mencerminkan profesionalisme, termasuk dalam hal standar trofi dan penghargaan.

Ia menilai, penghormatan terhadap atlet harus menjadi prioritas utama, mengingat kompetisi tersebut menjadi ruang pembinaan sekaligus panggung bagi pemain daerah untuk menunjukkan kualitas.

“Kalau bicara pembinaan, jangan hanya meminta atlet bertanding dan berjuang, tapi penghargaan simboliknya juga harus diperhatikan. Ini menyangkut rasa hormat,” ujarnya.

Marianto juga membandingkan kondisi tersebut dengan turnamen tingkat desa yang pernah digelar di Lombok Utara. Menurutnya, event kecil pun bisa menghadirkan hadiah dan trofi yang lebih pantas.

“Kami mengadakan Piala Kades saja hadiahnya ratusan juta dan pialanya bergengsi. Ini justru event resmi zona NTB, tapi simbol penghargaannya sangat jauh dari kata layak,” katanya.

Ultras Dayan Gunung menilai, apabila NTB ingin serius menjadi lumbung atlet nasional, maka penyelenggaraan kompetisi di daerah harus dibangun dengan standar yang baik, transparan, dan menghargai kerja keras atlet di lapangan.

Karena itu, mereka secara tegas meminta dilakukan audit terhadap penyelenggaraan Liga 4 Zona NTB, baik dari sisi anggaran, manajemen, maupun profesionalisme panitia.

“Kami meminta KONI NTB, Asprov PSSI NTB, dan panitia penyelenggara diaudit. Ini penting agar ke depan tidak ada lagi hal-hal yang mencederai semangat pembinaan atlet,” tambahnya.

Pihak suporter menegaskan, rencana bersurat ini bukan sekadar bentuk protes, tetapi juga wujud kepedulian terhadap kemajuan sepak bola NTB agar lebih profesional dan berkelas.

“Kami berharap adanya evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan kompetisi berikutnya lebih profesional, transparan, dan menjunjung tinggi nilai penghargaan terhadap atlet,” tutupnya.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!