Usung konsep green infrastructure, Alun-alun Tanjung hadirkan sentuhan Bayan Beleq, Rinjani, dan pohon kurma

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Wajah baru pusat kota Tanjung sebentar lagi akan terwujud. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) tengah menuntaskan pembangunan Alun-alun Tanjung, ruang publik yang dirancang dengan mengusung nilai-nilai kearifan lokal serta konsep green infrastructure.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR KLU, Rangga Wijaya, mengatakan desain alun-alun ini tidak sekadar menghadirkan taman kota, tetapi juga simbol identitas Lombok Utara.


“Desainnya mengadopsi kearifan lokal. Gapura utama kami bentuk seperti atap Masjid Bayan Beleq, kemudian dari gapura yang menjulang tinggi ini juga mencerminkan kemegahan Gunung Rinjani, yang kemudian dipadukan dengan area tangga bergelombang menyerupai ombak laut. Itu mencerminkan topografi Lombok Utara yang punya laut dan gunung sekaligus,” ujarnya kepada lombokvibes.com, (16/10/2025).

Tak berhenti di situ, pemerintah juga akan menanam sepuluh pohon kurma di kawasan alun-alun, menjadikannya ikon baru daerah penghasil kurma dan durian.


“Kami ingin menonjolkan identitas Lombok Utara sebagai daerah penghasil kurma. Jadi nanti selain punya nilai estetika, pengunjung juga bisa mengenal karakter lokal kita,” tambah Rangga.

Ia menjelaskan, pembangunan Alun-alun Tanjung dilakukan dua tahap. Tahap pertama yang mencakup pembangunan area utama, taman, dan gerbang kini telah mencapai 80 persen dan ditargetkan rampung pada Desember 2025.


“Untuk tahap kedua, tahun depan akan dibangun area jogging track, taman anak, dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya,” jelasnya.

Total anggaran untuk tahap pertama mencapai Rp5,6 miliar, sementara tahap kedua diproyeksikan sekitar Rp5 miliar, di luar nilai pembangunan panggung.

Rangga sendiri tak menampik, proyek ini sempat menghadapi sejumlah tantangan. “Tahap awal cukup berat karena kita harus merelokasi pedagang dan menyesuaikan lahan eks Koramil. Akhir-akhir ini cuaca juga jadi kendala karena sudah mulai musim hujan. Tapi insyaallah pekerjaan bisa selesai tepat waktu,” katanya.

Meski mengundang kesan serupa dengan Alun-alun Sangkareang di Kota Mataram, Rangga menegaskan keduanya memiliki karakter berbeda.


“Sekilas memang mirip karena desainernya sama, tapi kontennya beda. Untuk Tanjung, kami minta ada sentuhan khas Lombok Utara,” jelasnya.

Selain menonjolkan unsur lokal, pembangunan ini juga menerapkan konsep ramah lingkungan. Di tengah area alun-alun disediakan ruang terbuka hijau, sementara di gerbang utama digunakan material kulit batu alam yang mampu memantulkan cahaya di malam hari.


“Kami tetap berkomitmen pada pembangunan green infrastructure. Jadi ke depan, alun-alun ini bukan hanya jadi pusat kegiatan masyarakat, tapi juga ruang publik yang asri dan berkarakter,” tutur Rangga.

Pemerintah berharap, hadirnya Alun-alun Tanjung dapat menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah untuk singgah, berfoto, dan menikmati suasana khas Lombok Utara.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!