Taman Budaya hadirkan Pentas Evaluasi Olah Seni 2025, ajang tumbuh dan uji diri para talenta muda

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Mataram — Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali menghadirkan momentum penting bagi dunia seni lokal melalui gelaran Pentas Evaluasi Olah Seni 2025, yang akan berlangsung pada Sabtu, 21 Juni di Gedung Tertutup Taman Budaya NTB. 

Agenda ini menjadi bagian dari program pembinaan berkala yang digelar dua kali setahun sebagai bentuk konsistensi Taman Budaya dalam membina generasi muda di bidang seni.

Lebih dari sekadar pertunjukan, panggung evaluasi ini menjadi ruang refleksi sekaligus pengukuran perkembangan peserta didik dalam berbagai cabang seni. Mulai dari tari tradisi dan nusantara, tari kontemporer, modern dance, musik tradisi, gitar, biola, vokal, teater, hingga seni rupa, seluruh disiplin seni ini menjadi wahana bagi peserta untuk menampilkan hasil latihan mereka selama periode pembelajaran.

Kepala UPTD Taman Budaya NTB, L. Surya Mulawarman, menegaskan, bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam menilai proses, bukan hanya hasil. Menurutnya, evaluasi ini mencerminkan sejauh mana kualitas, kuantitas, dan kedisiplinan yang telah ditanamkan selama masa pelatihan.

“Pentas Evaluasi ini menjadi tolok ukur perkembangan adik-adik dalam proses belajar seni. Kita menilai bukan hanya penampilan mereka, tapi juga sejauh mana mereka memahami materi yang diberikan pelatih, termasuk kedisiplinan selama proses latihan,” ungkap Lalu Surya, Jumat (20/6/2025).

Lebih jauh dijelaskan Lalu Surya, program Olah Seni Taman Budaya NTB ini dirancang melalui sistem pelatihan berjenjang, dimulai dari tingkat pemula hingga tahap eksperimentasi. Tiap peserta dibina untuk mencapai kompetensi yang sesuai dengan bidang yang mereka tekuni. Selain mengembangkan bakat dan kreativitas, program ini juga menanamkan nilai-nilai estetika serta kehalusan budi pekerti sebagai bagian tak terpisahkan dari proses berkesenian.

“Mereka didampingi para pelatih profesional dari berbagai disiplin seni, peserta menjalani pelatihan rutin setiap minggu,” terangnya.

Evaluasi yang dilakukan secara berkala ini berperan penting dalam memastikan bahwa pembinaan tidak berhenti pada kemampuan teknis semata, tetapi juga membentuk karakter dan kesiapan peserta untuk tampil di tingkat yang lebih luas, dari panggung lokal hingga internasional.

“Sebagaimana tertuang dalam Buku Panduan Olah Seni 2025, hasil dari evaluasi ini akan menentukan kelayakan peserta untuk naik ke jenjang pelatihan berikutnya dan memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara resmi. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi peserta untuk menunjukkan keseriusan dalam belajar,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terhadap pentas ini pun dipastikan tinggi. Selain menjadi ajang apresiasi terhadap karya dan proses para peserta, kegiatan ini menunjukkan peran aktif Taman Budaya NTB sebagai laboratorium seni yang terus berinovasi dalam mencetak generasi kreatif, berkarakter, dan memiliki daya saing di masa depan.

Dengan berbagai penampilan lintas genre seni yang akan hadir dalam satu panggung, Pentas Evaluasi Olah Seni 2025 tidak hanya menjadi cerminan capaian para peserta, tetapi juga menjadi bukti bahwa proses panjang pembinaan seni dapat membentuk pribadi-pribadi tangguh yang siap mengharumkan nama daerah melalui jalan kebudayaan.

“Ya bisa dikatakan, ini tidak hanya menjadi cerminan terhadap pencapaian para peserta namun juga sebagai bentuk uji diri untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih bIk, tangguh dan mengharumkan nama daerah,” pungkasnya.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *